maen

PEMAKSAN BARON DENJALAN (BATU BULAN – GIANYAR – BALI)

Posted on Mei 24, 2013. Filed under: kisah, maen | Kaitkata:, , , , , , , , |

Kamis, 9 Mei 2013 saya dan rombongan dari jurusan disekolah tempat saya mengajar sudah berada di Bali dalam rangkaian kegiatan kunjungan industri dan liburan. Pagi-pagi jam 08.30 wita kita dibawa keluar dari tempat menginap dan diantar ke daerah Batu Bulan – Gianyar untuk menyaksikan pementasan tari Barong. Pementasan dimulai jam 09.30 wita, sebelum mulai pementasan diawali dengan musik-musik Bali semacam gamelan.

gamelan

gamelan

TARI BARONG DAN KRIS

Tarian barong menggambarkan pertarungan antara “kebajikan”. Barong adalah binatang purbakala melukiskan “kebajikan” dan Rangda adalah binatang purbakala yang maha dasyat menggambarkan “kebatilan”.

barong

barong

GENDING PEMBUKA

Barong dank era sedang berada di dalam hutan yang lebat. Kemudian muncullah tiga orang yang bertopeng yang menggambarkan tiga orang yang sedang membuat tuak di tengah-tengah hutan, yang mana anaknya telah diduga dimakan oleh Barong. Ketiga orang itu sangat marah dan menyerang Barong itu dan dalam perkelahian ini hidung diantara salah seorang dari ketiga orang itu digigit oleh kera tadi.

barong dengan monyet

barong dengan monyet

monyet dan penduduk

monyet dan penduduk

BABAK PERTAMA

Dua orang penari muncul dan mereka adalah pengikut-pengikut dari Rangda sedang mencari Dewi Kunti yang sedang dalam perjalanan untuk menemui patihnya.

penari

penari

BABAK KEDUA

Pengikut-pengikut Dewi Kunti tiba.  Salah satu dari pengikut Rangda berubah rupa menjadi setan (semacam  Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunti yang menyebabkan mereka bisa menjadi marah. Keduanya menemui patih dan bersama-sama menghadap Kunti.

2 pengawal dewi kunti

2 pengawal dewi kunti

patih

patih

BABAK KETIGA

Muncullah Dewi Kunti dan anaknya Sadewa dan Dewi Kunti telah berjanji kepada Rangda untuk menyerahkan Sadewa sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya Sadewa kepada Rangda tetapi setan (semacam Rangda) memasukkan roh jahat kepadanya yang menyebabkan Dewi Kunti bisa menjadi marah dan tetap berniat mengorbankan anaknya kepada Patihnya untuk membuang Sadewa kedalam hutan dan Patih inipun tidak luput dari kemasukkan roh jahat oleh setan itu sehingga sang Patih  dengan tanpa perasaan kemanusiaan, menggiring Sadewa kedalam hutan dan mengikatnya di muka istana sang Rangda.

dewi kunti dan sadewa

dewi kunti dan sadewa

sadewa ditahan

sadewa ditahan

BABAK KEEMPAT

Turunlah Dewa Siwa dan memberikan keabadian hidup kepada Sadewa dan kejadian ini tidak diketahui oleh Rangda. Kemudian datanglah Rangda untuk mengoyak-ngoyak dan membunuh Sadewa tetapi tidak dapat dibunuhnya karena kekebalan yang dianugrahkan oleh Dewa Siwa. Rangda menyerah kepada Sadewa dan memohon untuk diselamatkan agar dengan demikian dia bisa masuk sorga.

dewa siwa

dewa siwa

rangda datang

rangda datang

rangda minta pengampunan

rangda minta pengampunan

BABAK KELIMA

Kalika salah seorang pengikut rangda menghadap kepada Sadewa untuk diselamatkan juga tetapi ditolak oleh Sadewa. Penolakan ini menimbulkan perkelahian dan Kalika berubah rupa menjadi “babi hutan” dan didalam pertarungan antara Sadewa melawan “babi hutan”  Sadewa mendapat kemenangan. Kemudian Kalika (babi hutan) ini berubahmenjadi “burung” tetapi tetap dikalahkan. Dan akhirnya Kalika (burung) berubah rupa lagi menjadi Rangda oleh karena saktinya Rangda ini maka Sadewa tidak dapat membunuhnya dan akhirnya Sadewa berubah rupa menjadi Barong karena sama saktinya maka pertarungan antara Barong melawan Rangda ini tidak ada yang menang dan dengan demikian pertarungan dan perkelahian ini berlangsung terus abadi “kebaikan” melawan “kebatilan”. Kemudian muncullah pengikut-pengikut Barong masing-masing dengan kerisnya yang hendak menolong Barong dalam pertarungan melawan Rangda. Mereka ini semuanyapun tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda.

kalika

kalika

babi hutan

babi hutan

burung

burung

kalika jadi barong

kalika jadi barong

sadewa jadi barong

sadewa jadi barong

pengawal melawan rangda

pengawal melawan rangda

pengawal dengan barong

pengawal dengan barong

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

perjalanan tanpa tahu lokasi (air terjun Sri Gethuk,Goa Rancang Kencana,Pantai Sundak)

Posted on Mei 17, 2013. Filed under: maen | Kaitkata:, , , , , , |

Hari Minggu tanggal 28 April 2013, karena keinginanku dan seorang temanku untuk melakukan liburan dalam sehari itu akhirnya terjadilah perjalanan dengan tujuan air terjun Sri Gethuk. Dua orang menggunakan motor matic boncengan dan keduanya tidak ada yang mengetahui lokasi tepatnya dimana air terjun itu berada, yang kita tahu hanya di daerah Gunung Kidul. Akhirnya kita gunakan sebuah aplikasi penunjuk jalan (navitel) yang sudah terintal di ponsel, terjadilah perjalanan nekat itu.

Perjalanan dimulai dari jam 09:30 wib dari daerah Sukoharjo (jawa tengah), kemudian menuju Surakarta untuk menjemput personil satunya. berangkat dari Surakarta jam 10:00 wib. Rute yang kita lewati dari Solo Baru –> Baki –> Klaten –> Prambanan. Tepat di depan candi Prambanan belok kiri arah Piuang sampai pertigaan kecamatan Piungan, dari pertigaan tersebut belok kiri, jalan tersebut merupakan jalan Jogja – Wonosari.  Ikuti jalan jogja wonosari sampai di pertigaan gading ada Papan penunjuk arah, ikuti papan akan masuk ke daerah Playen, di daerah ini akan banyak papan penunjuk arah ke air terjun sri gethuk jadi tinggal ikuti saja.

Saran saya, sebelum masuk daerah wisata sri gethuk ikuti jalan yang sudah diaspal, meski sedikit lebih jauh ketimbang jalan off road. karena ada satu pengalaman kurang menyenangkan saat saya akan memasuki wilayah wisata ini. saat itu kita kurang begitu memperhatikan papan penunjuk, kita sepenuhnya mengikuti arah yang ditunjukkan oleh aplikasi navitel, ternyata kita dibawa melewati jalan kampung yang masih penuh batu-batu di tengah sawah dan ladang, sekitar 5 kilometer jalan bebatuan yang kita lewati.  Sebenarnya jalan tersebut juga membawa kita ke tujuan kita tapi rute yang kita lewati rute paling dekat tetapi kita tidak mengetahui kalau ternyata jalannya bebatuan, kasihan si motor dan supir yang harus banyak menarik rem. Berikut gambar jalannya :

jalan kampung

jalan kampung

Setelah perjalanan yang lumayan panjang sampailah kita di wilayah wisata Air terjun sri gethuk, tapi karena kita sampai sana sekitar jam 13.00 wib kita mampir ke masjid dulu untuk menunaikan kewajiban. Letak Masjid sebelum  pintu masuk sri gethuk. Untuk memasuki tempat wisata Ait Terjun Sri Gethuk dan Goa Rancang Kencana hanya satu Tiket, seharga 5000 @ orang.  Sampai di lokasi, yang pertama kali anda temui adalah Goa Rancang Kencana, tetapi kita memutuskan untuk menuju ke air terjun terlebih dahulu. Jalan memasuki lokasi air terjun belum diaspal, masih tanah dan batu jadi kalau anda datang waktu hujan atau setelah hujan, kemungkinan jalannya akan becek.

jalan menuju sri gethuk

jalan menuju sri gethuk

Sampai di lokasi pintu masuk air terjun akan ada 2 pilihan untuk menuju ke air terjun tersebut, yang pertama anda akan diantar jemput menggunakan perahu gethek yang terbuat dari bambu, dan pilihan kedua adalah dengan jalan kaki mengikuti jalan setapak yang saat kita kesana jalan setapak itu sedang dalam perbaikan sehingga banyak bapak-bapak yang bekerja di sepanjang jalan setapak tersebut. Untuk menuju ke air terjun jalan yang anda lewati sedikit menanjak tapi banyak menurun jadi tidak begitu lelah. Di depan air terjun terdapat sungai yang lebar dan tenang, air nya berwarna hijau sehingga dimanfaatkan untuk berenang, di lokasi juga menyediakan penyewaan pakaian pelampung untuk mereka yang ingin terjun atau berenang disana. Karena saya tidak bisa berenang jadi saya tidak berenang dan tidak mengetahui berapa tarif penyewaan pelampung tersebut.

air terjun sri gethuk

air terjun sri gethuk

Setelah puas berpanas-panas ria di air terjun sri gethuk kita menuju ke goa rancang kencana. Dari lokasi air terjun letak  goa ada diatas, dapat ditempuh dengan 2 pilihan yang pertama melanjutkan jalan kaki di jalan setapak tersebut dengan jalan yang lumayan menanjak, pilihan yang kedua kembali ketempat parkir keluar dari lokasi dan masuk lagi melewati pos tiket di awal masuk tadi. Jika anda memilih untuk keluar dengan kendaraan dan masuk lagi melewati pos awal, anda akan dipersilakan dan tidak akan dimintai biaya masuk lagi. Memasuki goa akan ada pintu kecil lagi untuk lebih masuk ke dalam, untuk memasuki pintu tersebut anda akan ditawari senter oleh beberapa orang yang menjaga goa, kalau saya kemaren ditawari oleh anak-anak yang sedang bermain dan membawa senter. Jasa senter ini gratis. Jasa parkir di lokasi Sri Gethuk dan Goa Rancang Kencana juga gratis, biaya hanya saat anda memasuki wilayang wisata saja. Suasana di dalam goa teduh, dingin, dan tenang. Di dalam goa saya juga tidak menjumpai bau-bau dupa dan sejenisnya sehingga suasananya jadi nyaman, bersih pula.

goa rancang kencana

goa rancang kencana

Berikut tata tertib pengunjung goa rancang kencana

tata tertib goa rancang kencana

tata tertib goa rancang kencana

Setelah puas dari air terjun dan goa, dan karena hari masih terang kita berniat mengejar sunset, sehingga kita memutuskan untuk mengunjungi satu lagi tempat wisata yaitu pantai tapi belum kita putuskan pantai mana yang akan kita tuju dan karena kita belum tahu jalan menuju salah satu pantai di daerah Gunung kidul.  Dari tempat kita berada kita mengikuti jalan keluar dan kembali ke jalan raya Jogja – Wonosari. Sambil mencari lokasi pantai menggunakan aplikasi navitel kita mampir ke salah satu warung bakso mie ayam di daerah dekat sana. dan harga seporsi bakso ataupun mie ayam disana tidak jauh beda dengan harga di Solo.

Selesai makan kita sudah menentukan lokasi pantai yang akan kita tuju yaitu daerah baron, navitel juga sudah memberikan rute menuju kesana. Perjalanan kita lanjutkan. Tetap mengikuti jalan Jogja – Wonosari sampai ketemu dengan patung bundaran di Wonosari , lurus setelah bundaran ada jalan ke kanan kita ikuti jalan tersebut (sama seperti yang ditunjukkan oleh navitel). Sampai kita memasuki wilayah Jalan Baron (belum pantainya) ternyata sudah jam 16.00 , kita lupakan pantai tujuan kita beralih mencari lokasi masjid terdekat. Selesai melaksanakan kewajiban dan sedikit istirahat kita lanjutkan kembali perjalanan. Saat perjalanan kita melihat papan penunjuk arah yang menunjukkan arah pantai sundak. Akhirnya kita berganti tujuan dan kita menuju ke pantai sundak. Jalan yang tidak begitu ramai dan aspal yang sudah halus membuat perjalanan kita menjadi lancar, laju motor pun kencang.

Memasuki wilayah sundak hari masih terang, sehingga kita masih bisa bermain-main dahulu sebelum sunset datang. sambil menunggu sunset kita iseng-iseng berburu kerang dan ikan. Di pantai sundak banyak karang dan rumput laut sehingga dari kejauhan rumput laut terlihat seperti lapangan hijau yang luas.

pantai sundak

pantai sundak

Pantai yang hijau

pantai sundak hijau

pantai sundak hijau

Masih belum puas bermain dengan kerang dan ikan, sunset sudah mulai muncul. Sunset dari pantai sundak indah.

sunset di sundak

sunset di sundak

Hari mulai gelap karena kita juga takut perjalanan pulang yang jalannya sepi dan tidak ada lampu penerang jalan, jadi kita putuskan untuk segera pulang.  Rute pulang kita juga mengikuti navitel, diperjalanan kita melewati satu tempat yang indah (tapi sayang tidak kita foto) yaitu bukit bintang, pemandangan malam lampu-lampu kota Jogja dari atas, terlihat seperti bintang.

Sampai di Solo lagi sekitar jam 20:30 wib, akhirnya kita bisa istirahat di salah satu warung penjual susu segar. Wisata sehari ini sungguh melelahkan tapi menyenangkan.  Biaya yang keluar dalam perjalanan sehari ini : bensin motor + tiket masuk 5000 @ orang + makan. murah kan??

Semoga tulisan ini bisa jadi referensi untuk yang ingin kesana. Selamat berwisata :)

Read Full Post | Make a Comment ( 3 so far )

mengenang 4 tahun yang lalu.. naik gunung… #muncak

Posted on November 28, 2011. Filed under: maen | Kaitkata:, , , |

akan cerita mengenang masa-masa naik gunung dulu… #muncak …. beberapa hari yang lalu sudah mengoceh di twitter.. sepertinya sudah lebih dari cukup mewakili jalan cerita…… bacanya dari atas ya…sudah tak balik kok….

cekidot…>>>

1
2
3
4
5
6
78
91011121314151617181920
21

22

23242526272829

Read Full Post | Make a Comment ( 9 so far )

jalan lain menuju Grojogan Sewu, Tawangmangu

Posted on Mei 15, 2011. Filed under: maen | Kaitkata:, , |

entah hari dan tanggal… aku lupa. yg pasti masih di tahun 2011.  aku mengikuti acara ngumpul bareng KPLI dan menginap di salah satu villa di tawang mangu, karanganyar, jawa tengah.  saat teman-teman KPLI akan melanjutkan perjalanan pulang, aku diculik sama teman-teman lamaku (teman masa STM)  dan dibawa ke rumah salah satu temanku di tawang mangu. makan itu pasti, dan akupun dipaksa untuk mandi, karena memang dari bangun tidur di villa, aku belum mandi.  selesai mandi dengan air yang byyuuuhh… dinginnya…. aku dan teman-temanku jalan-jalan…. dan tujuan kita salah satu tempat wisata di Tawangmangu, yaitu Grojogan Sewu.  karena sudah sangat sering kesana, akhirnya kita memutuskan untuk melewati jalan lain menuju ke Grojogan Sewu.  jalan yang benar-benar pertama kali kita lewati.

tampak dari bawah

tampak dari bawah

perjalanan naik

perjalanan naik

dipuncak paling atas

dipuncak paling atas

mendung

mendung

jalan naik…dan sempit….  dan licin pula.  melewati jalan ini jadi teringat dulu pertama kali Muncak Lawu, perjalanan menuju puncak Hargodumilah. walaupun jalannya sempit… ini adalah jalan lewatnya kuda-kuda di tawangmangu, dan yg sempet bikin aku kaget, ada sepeda motor lewat situ juga. duh kasihan motornya, suaranya kek motor jerit-jerit tak kuat. :D

yah karena hujan turun saat perjalanan…  akhirnya setelah sampai diatas… benar-benar sudah paling atas dari pegunungan (atau bukit yak) itu. kita mencari tempat berteduh. Tawangmangu yang hijau akhirnya berubah jadi gelap tertutup awan hitam. saat itu kita benar-benar pesimis hujan bakal cepat reda, ternyata Allah berkehendak lain, hujan cepat reda dan…. yg terjadi bukannya kita melanjtkan turun menuju grojogan tapi malah turun melewati jalan naik tadi, dan,,,, Grojogan Sewu pun tak jadi, tapi kita jaadi tahu sisi lain dari pegunungan (atau bukit yak) yang Subhanallah…. Indahnya….

Read Full Post | Make a Comment ( 14 so far )

BeTiga “Buka Bersama Bengawan”

Posted on September 13, 2009. Filed under: aku, bengawan, maen | Kaitkata:, , , , |

betiga

betiga

hari jumat tanggal 11 September 2009, di TBS ada BETIGA ” Buka Bersama Bengawan“. diriku datang bersama si gadis jeruk yang sudah siap di kos menunggu ku pulang dari kampus. hari itu adalah pertama kalinya diriku masuk ke TBS, dan sempet kebingungan mencari tkp betiga dan akhirnya teknologi pun dimanfaatkan (telpon riwis). segera menuju tempat betiga, rame… tidak seperti kopdar akhir-akhir ini.
karena terlambat, sampai di tkp ku bingung, ni lagi ngapain….setelah menyimak dari rekan-rekan sebelumnya… “keknya lagi perkenalan deh”… dan memang benar, waktu itu lagi perkenalan. suara adhan terdengar, buka puasa pun dimulai. Teh manis panas menjadi menu pertama untuk membatalkan puasa, dan disusul menu-menu makan yang disiapkan oleh si ibu penjual, TENGKLENG…. menu utama. Diriku sudah lama tinggal di Solo tapi baru hari itu ku merasakan tengkleng. ku lihat yang lain makan dengan lahapnya, piring-piring yang penuh dengan tengkleng, habis…tinggal tersisa tulang-tulangnya. buka puasa waktu itu adalah menu makan nasiku pertama setelah 3 hari menu makanku mie instan.

tengkleng "menu utama"

tengkleng "menu utama"

Selesai makan acara pun berlanjut, yaitu dilanjutkan dengan sesi curhat “mengeluarkan unek-unek yang dirasakan selama menjadi member bengawan” dan Bapak Gunawan sebagai fasilitatornya. (Bapak Gunawan Wibisono sengaja diundang sebagai motivator, dengan harapan member bengawan mendapatkan motivasi untuk maju). Beberapa member bengawan menyampaikan unek-unek, salah satunya si gadis jeruk, curhat tentang apa yang sedang dia rasakan selama di bengawan. Pak blontankpoer juga menyampaikan apa yang akan menjadi rencana kegiatan bengawan selanjutnya, yang tentunya bermanfaat.

pak Gunawan

pak Gunawan

Pada acara betiga kemaren juga datang tamu dari Jogloabang, diriku sempat kenalan dan curhat-curhat dengan salah anggota jogloabang, namanya ibu Yoes. Terima kasih ibu Yoes, atas pengetahuan yang di bagi ke bengawanwati kemarin.
Yang didapat dalam betiga kemaren : makan tengkleng pertama kalinya setelah sekian lama tinggal di Solo, bertemu langsung dengan teman-teman bengawan lainnya yang biasanya hanya ketemu di dunia maya, mapping yang disampaikan pak Gunawan, koala dan anak koala (hots topic buat bengawanwati), pengetahuan tentang kaum hawa yang belum ku ketahui sama sekali, cerita tentang panti asuhan yang di ceritakan oleh riwis, dll….. satu lagi…dapet stiker.

bengawanwati in action

bengawanwati in action

stiker

stiker

Semoga bengawan bisa lebih eksis, lebih berguna bagi nusa bangsa ^_^, dan kesampaian apa yang menjadi keinginan bengawan.

Foto by : Mas Joell & Mdak Elen

Read Full Post | Make a Comment ( 16 so far )

« Entri Sebelumnya
  • Arsip

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.850 pengikut lainnya.