maen
perjalanan tanpa tahu lokasi (air terjun Sri Gethuk,Goa Rancang Kencana,Pantai Sundak)
Hari Minggu tanggal 28 April 2013, karena keinginanku dan seorang temanku untuk melakukan liburan dalam sehari itu akhirnya terjadilah perjalanan dengan tujuan air terjun Sri Gethuk. Dua orang menggunakan motor matic boncengan dan keduanya tidak ada yang mengetahui lokasi tepatnya dimana air terjun itu berada, yang kita tahu hanya di daerah Gunung Kidul. Akhirnya kita gunakan sebuah aplikasi penunjuk jalan (navitel) yang sudah terintal di ponsel, terjadilah perjalanan nekat itu.
Perjalanan dimulai dari jam 09:30 wib dari daerah Sukoharjo (jawa tengah), kemudian menuju Surakarta untuk menjemput personil satunya. berangkat dari Surakarta jam 10:00 wib. Rute yang kita lewati dari Solo Baru –> Baki –> Klaten –> Prambanan. Tepat di depan candi Prambanan belok kiri arah Piuang sampai pertigaan kecamatan Piungan, dari pertigaan tersebut belok kiri, jalan tersebut merupakan jalan Jogja – Wonosari. Ikuti jalan jogja wonosari sampai di pertigaan gading ada Papan penunjuk arah, ikuti papan akan masuk ke daerah Playen, di daerah ini akan banyak papan penunjuk arah ke air terjun sri gethuk jadi tinggal ikuti saja.
Saran saya, sebelum masuk daerah wisata sri gethuk ikuti jalan yang sudah diaspal, meski sedikit lebih jauh ketimbang jalan off road. karena ada satu pengalaman kurang menyenangkan saat saya akan memasuki wilayah wisata ini. saat itu kita kurang begitu memperhatikan papan penunjuk, kita sepenuhnya mengikuti arah yang ditunjukkan oleh aplikasi navitel, ternyata kita dibawa melewati jalan kampung yang masih penuh batu-batu di tengah sawah dan ladang, sekitar 5 kilometer jalan bebatuan yang kita lewati. Sebenarnya jalan tersebut juga membawa kita ke tujuan kita tapi rute yang kita lewati rute paling dekat tetapi kita tidak mengetahui kalau ternyata jalannya bebatuan, kasihan si motor dan supir yang harus banyak menarik rem. Berikut gambar jalannya :
Setelah perjalanan yang lumayan panjang sampailah kita di wilayah wisata Air terjun sri gethuk, tapi karena kita sampai sana sekitar jam 13.00 wib kita mampir ke masjid dulu untuk menunaikan kewajiban. Letak Masjid sebelum pintu masuk sri gethuk. Untuk memasuki tempat wisata Ait Terjun Sri Gethuk dan Goa Rancang Kencana hanya satu Tiket, seharga 5000 @ orang. Sampai di lokasi, yang pertama kali anda temui adalah Goa Rancang Kencana, tetapi kita memutuskan untuk menuju ke air terjun terlebih dahulu. Jalan memasuki lokasi air terjun belum diaspal, masih tanah dan batu jadi kalau anda datang waktu hujan atau setelah hujan, kemungkinan jalannya akan becek.
Sampai di lokasi pintu masuk air terjun akan ada 2 pilihan untuk menuju ke air terjun tersebut, yang pertama anda akan diantar jemput menggunakan perahu gethek yang terbuat dari bambu, dan pilihan kedua adalah dengan jalan kaki mengikuti jalan setapak yang saat kita kesana jalan setapak itu sedang dalam perbaikan sehingga banyak bapak-bapak yang bekerja di sepanjang jalan setapak tersebut. Untuk menuju ke air terjun jalan yang anda lewati sedikit menanjak tapi banyak menurun jadi tidak begitu lelah. Di depan air terjun terdapat sungai yang lebar dan tenang, air nya berwarna hijau sehingga dimanfaatkan untuk berenang, di lokasi juga menyediakan penyewaan pakaian pelampung untuk mereka yang ingin terjun atau berenang disana. Karena saya tidak bisa berenang jadi saya tidak berenang dan tidak mengetahui berapa tarif penyewaan pelampung tersebut.
Setelah puas berpanas-panas ria di air terjun sri gethuk kita menuju ke goa rancang kencana. Dari lokasi air terjun letak goa ada diatas, dapat ditempuh dengan 2 pilihan yang pertama melanjutkan jalan kaki di jalan setapak tersebut dengan jalan yang lumayan menanjak, pilihan yang kedua kembali ketempat parkir keluar dari lokasi dan masuk lagi melewati pos tiket di awal masuk tadi. Jika anda memilih untuk keluar dengan kendaraan dan masuk lagi melewati pos awal, anda akan dipersilakan dan tidak akan dimintai biaya masuk lagi. Memasuki goa akan ada pintu kecil lagi untuk lebih masuk ke dalam, untuk memasuki pintu tersebut anda akan ditawari senter oleh beberapa orang yang menjaga goa, kalau saya kemaren ditawari oleh anak-anak yang sedang bermain dan membawa senter. Jasa senter ini gratis. Jasa parkir di lokasi Sri Gethuk dan Goa Rancang Kencana juga gratis, biaya hanya saat anda memasuki wilayang wisata saja. Suasana di dalam goa teduh, dingin, dan tenang. Di dalam goa saya juga tidak menjumpai bau-bau dupa dan sejenisnya sehingga suasananya jadi nyaman, bersih pula.
Berikut tata tertib pengunjung goa rancang kencana
Setelah puas dari air terjun dan goa, dan karena hari masih terang kita berniat mengejar sunset, sehingga kita memutuskan untuk mengunjungi satu lagi tempat wisata yaitu pantai tapi belum kita putuskan pantai mana yang akan kita tuju dan karena kita belum tahu jalan menuju salah satu pantai di daerah Gunung kidul. Dari tempat kita berada kita mengikuti jalan keluar dan kembali ke jalan raya Jogja – Wonosari. Sambil mencari lokasi pantai menggunakan aplikasi navitel kita mampir ke salah satu warung bakso mie ayam di daerah dekat sana. dan harga seporsi bakso ataupun mie ayam disana tidak jauh beda dengan harga di Solo.
Selesai makan kita sudah menentukan lokasi pantai yang akan kita tuju yaitu daerah baron, navitel juga sudah memberikan rute menuju kesana. Perjalanan kita lanjutkan. Tetap mengikuti jalan Jogja – Wonosari sampai ketemu dengan patung bundaran di Wonosari , lurus setelah bundaran ada jalan ke kanan kita ikuti jalan tersebut (sama seperti yang ditunjukkan oleh navitel). Sampai kita memasuki wilayah Jalan Baron (belum pantainya) ternyata sudah jam 16.00 , kita lupakan pantai tujuan kita beralih mencari lokasi masjid terdekat. Selesai melaksanakan kewajiban dan sedikit istirahat kita lanjutkan kembali perjalanan. Saat perjalanan kita melihat papan penunjuk arah yang menunjukkan arah pantai sundak. Akhirnya kita berganti tujuan dan kita menuju ke pantai sundak. Jalan yang tidak begitu ramai dan aspal yang sudah halus membuat perjalanan kita menjadi lancar, laju motor pun kencang.
Memasuki wilayah sundak hari masih terang, sehingga kita masih bisa bermain-main dahulu sebelum sunset datang. sambil menunggu sunset kita iseng-iseng berburu kerang dan ikan. Di pantai sundak banyak karang dan rumput laut sehingga dari kejauhan rumput laut terlihat seperti lapangan hijau yang luas.
Pantai yang hijau
Masih belum puas bermain dengan kerang dan ikan, sunset sudah mulai muncul. Sunset dari pantai sundak indah.
Hari mulai gelap karena kita juga takut perjalanan pulang yang jalannya sepi dan tidak ada lampu penerang jalan, jadi kita putuskan untuk segera pulang. Rute pulang kita juga mengikuti navitel, diperjalanan kita melewati satu tempat yang indah (tapi sayang tidak kita foto) yaitu bukit bintang, pemandangan malam lampu-lampu kota Jogja dari atas, terlihat seperti bintang.
Sampai di Solo lagi sekitar jam 20:30 wib, akhirnya kita bisa istirahat di salah satu warung penjual susu segar. Wisata sehari ini sungguh melelahkan tapi menyenangkan. Biaya yang keluar dalam perjalanan sehari ini : bensin motor + tiket masuk 5000 @ orang + makan. murah kan??
Semoga tulisan ini bisa jadi referensi untuk yang ingin kesana. Selamat berwisata
mengenang 4 tahun yang lalu.. naik gunung… #muncak
akan cerita mengenang masa-masa naik gunung dulu… #muncak …. beberapa hari yang lalu sudah mengoceh di twitter.. sepertinya sudah lebih dari cukup mewakili jalan cerita…… bacanya dari atas ya…sudah tak balik kok….
cekidot…>>>
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
jalan lain menuju Grojogan Sewu, Tawangmangu
entah hari dan tanggal… aku lupa. yg pasti masih di tahun 2011. aku mengikuti acara ngumpul bareng KPLI dan menginap di salah satu villa di tawang mangu, karanganyar, jawa tengah. saat teman-teman KPLI akan melanjutkan perjalanan pulang, aku diculik sama teman-teman lamaku (teman masa STM) dan dibawa ke rumah salah satu temanku di tawang mangu. makan itu pasti, dan akupun dipaksa untuk mandi, karena memang dari bangun tidur di villa, aku belum mandi. selesai mandi dengan air yang byyuuuhh… dinginnya…. aku dan teman-temanku jalan-jalan…. dan tujuan kita salah satu tempat wisata di Tawangmangu, yaitu Grojogan Sewu. karena sudah sangat sering kesana, akhirnya kita memutuskan untuk melewati jalan lain menuju ke Grojogan Sewu. jalan yang benar-benar pertama kali kita lewati.
jalan naik…dan sempit…. dan licin pula. melewati jalan ini jadi teringat dulu pertama kali Muncak Lawu, perjalanan menuju puncak Hargodumilah. walaupun jalannya sempit… ini adalah jalan lewatnya kuda-kuda di tawangmangu, dan yg sempet bikin aku kaget, ada sepeda motor lewat situ juga. duh kasihan motornya, suaranya kek motor jerit-jerit tak kuat.
yah karena hujan turun saat perjalanan… akhirnya setelah sampai diatas… benar-benar sudah paling atas dari pegunungan (atau bukit yak) itu. kita mencari tempat berteduh. Tawangmangu yang hijau akhirnya berubah jadi gelap tertutup awan hitam. saat itu kita benar-benar pesimis hujan bakal cepat reda, ternyata Allah berkehendak lain, hujan cepat reda dan…. yg terjadi bukannya kita melanjtkan turun menuju grojogan tapi malah turun melewati jalan naik tadi, dan,,,, Grojogan Sewu pun tak jadi, tapi kita jaadi tahu sisi lain dari pegunungan (atau bukit yak) yang Subhanallah…. Indahnya….
Read Full Post | Make a Comment ( 14 so far )BeTiga “Buka Bersama Bengawan”

betiga
hari jumat tanggal 11 September 2009, di TBS ada BETIGA ” Buka Bersama Bengawan“. diriku datang bersama si gadis jeruk yang sudah siap di kos menunggu ku pulang dari kampus. hari itu adalah pertama kalinya diriku masuk ke TBS, dan sempet kebingungan mencari tkp betiga dan akhirnya teknologi pun dimanfaatkan (telpon riwis). segera menuju tempat betiga, rame… tidak seperti kopdar akhir-akhir ini.
karena terlambat, sampai di tkp ku bingung, ni lagi ngapain….setelah menyimak dari rekan-rekan sebelumnya… “keknya lagi perkenalan deh”… dan memang benar, waktu itu lagi perkenalan. suara adhan terdengar, buka puasa pun dimulai. Teh manis panas menjadi menu pertama untuk membatalkan puasa, dan disusul menu-menu makan yang disiapkan oleh si ibu penjual, TENGKLENG…. menu utama. Diriku sudah lama tinggal di Solo tapi baru hari itu ku merasakan tengkleng. ku lihat yang lain makan dengan lahapnya, piring-piring yang penuh dengan tengkleng, habis…tinggal tersisa tulang-tulangnya. buka puasa waktu itu adalah menu makan nasiku pertama setelah 3 hari menu makanku mie instan.

tengkleng "menu utama"
Selesai makan acara pun berlanjut, yaitu dilanjutkan dengan sesi curhat “mengeluarkan unek-unek yang dirasakan selama menjadi member bengawan” dan Bapak Gunawan sebagai fasilitatornya. (Bapak Gunawan Wibisono sengaja diundang sebagai motivator, dengan harapan member bengawan mendapatkan motivasi untuk maju). Beberapa member bengawan menyampaikan unek-unek, salah satunya si gadis jeruk, curhat tentang apa yang sedang dia rasakan selama di bengawan. Pak blontankpoer juga menyampaikan apa yang akan menjadi rencana kegiatan bengawan selanjutnya, yang tentunya bermanfaat.

pak Gunawan
Pada acara betiga kemaren juga datang tamu dari Jogloabang, diriku sempat kenalan dan curhat-curhat dengan salah anggota jogloabang, namanya ibu Yoes. Terima kasih ibu Yoes, atas pengetahuan yang di bagi ke bengawanwati kemarin.
Yang didapat dalam betiga kemaren : makan tengkleng pertama kalinya setelah sekian lama tinggal di Solo, bertemu langsung dengan teman-teman bengawan lainnya yang biasanya hanya ketemu di dunia maya, mapping yang disampaikan pak Gunawan, koala dan anak koala (hots topic buat bengawanwati), pengetahuan tentang kaum hawa yang belum ku ketahui sama sekali, cerita tentang panti asuhan yang di ceritakan oleh riwis, dll….. satu lagi…dapet stiker.

bengawanwati in action

stiker
Semoga bengawan bisa lebih eksis, lebih berguna bagi nusa bangsa ^_^, dan kesampaian apa yang menjadi keinginan bengawan.
Foto by : Mas Joell & Mdak Elen
Read Full Post | Make a Comment ( 16 so far )« Entri Sebelumnya









































