wisuda WAH wisuda
wisuda… sebuah pengukuhan setelah menyelesaikan pendidikan. Dulu, semester awal di kampus…setiap melihat prosesi wisuda perasaan wah….kagum…pengen (pasti) itu selalu muncul, selalu ngebayangin andai aku wisuda. Betapa bahagianya aku saat itu. Selalu nyengar-nyengir sendiri setiap kakak-kakak tingkat yang telah diwisuda. bayangin bahagia dan bangganya bisa pakai toga didampingi kedua orang tua. Setiap ada temen kos yang wisuda, selalu ingin datang ke kampus menjemput si mbak-mbak yang wisuda, melihat kebahagiaan mereka, akupun ikut senang dan selalu membayangkan berada diposisi mereka.
Tapi…. bulan desember 2011 kemaren, saat aku berada diposisi wisudawati, tidak kudapatkan perasaan yang selalu kubayangkan itu, yang ada capek dan pusing karena uang tabungan terkuras untuk menyelesaikan urusan wisuda. saat itu kucari-cari, mana perasaan yang selalu kubayangkan itu, mana perasaan bangga dan bahagia itu, mana. Jika kutelusuri sebab dari hilangnya perasaan WAH itu, dikarenakan masa tunggu dari aku dinyatakan lulus hingga wisuda sangat lama. Dinyatakan lulus pada bulan Februari 2011 tapi wisuda bulan Desember 2011, kemungkinan besar, perasaan WAH itu terbang dibawa hari-hari yang berlalu, dan masa menunggu 10 bulan itu kuisi dengan bekerja dan bekerja, sudah tidak ada perasaan ingin ikut wisuda lagi saat itu, malah yang ada.. *kalau tidak ikut wisuda saja gimana*.. mungkin kalau bukan karena orang tua, saat itu kupilih untuk tidak mengikuti prosesi wisuda yang ribet, panas, dan menghabiskan banyak biaya.
Yang terpikirkan olehku saat itu ya.., melihat orang tua tersenyum melihat anaknya wisuda. dan sekaligus jadi ajang ngumpul dengan teman-teman kuliah.
Bulan Juli 2012 tepat di hari ulang tahunku, aku berada di situasi wisuda lagi, untuk kedua kalinya kuikuti prosesi wisuda, wisuda untuk mendapatkan sebuah sertifikat pengakuan untuk mengajar, wisuda tanpa didampingi orang tua ataupun salah satu dari anggota keluarga, tapi dengan didampingi satu teman sekaligus adek (nemu gedhe), dan sekali lagi tidak ku rasakan perasaan WAH itu. sudah berangkat terlambat, motoranpun tidak terlalu ngebut walau jam sudah terlambat. Dalam prosesi wisuda itupun aku biasa saja. Dimana perasaan WAH yang selalu ku bayangkan dulu setiap melihat teman wisuda, dimana???????
Dan kemaren,hari sabtu tanggal 22 september 2012. Sekali lagi aku berada di suasana wisuda lagi, wisuda teman-teman dekatku. Kulihat di wajah mereka, bahagia yang tak terkira, kalau dengan kata pasti yang keluar kata… AKHIRNYAAAA……
Berbahagialah yang merasakan perasaan WAH saat WISUDA…
Read Full Post | Make a Comment ( 2 so far )10022011 14.30
(maaf….posting kali ini curhat lagi)
10 – 02 – 2011 . hari dimana saya harus berjuang untuk mendapatkan sebuah kata LULUS, setelah 3,5 tahun saya mencari bekal. jam 13.00 wib saya berada disebuah ruangan, ber AC, ditemani laptop tercinta yang siap menampilkan hasil perjuanganku, di depanku 4 orang dosen yang siap memastikan apakah saya layak mendapatkan sebuah kata itu. berjuanganku pun dimulai pada menit itu juga, pertanyaan-pertanyaan, saran, kritik, mulai bermunculan saat itu juga. jam 14.30 wib akhirnya saya mendengarkan sebuah kalimat yang selalu dinanti oleh seseorang yang sedang berstatus sebagai mahasiswa.
“selamat, anda dinyatakan lulus”
Alhamdulillah…saya bahagia, saya senang, tapii…di dalam hati beban ku mulai terasa lebih berat dari sebelum saya mendapatkan kalimat itu. perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran aneh mulai memenuhi kepalaku. (termasuk urusan totalan… totalan revisi, totalan nilai, dan totalan biaya)
LULUS, dari sebuah universitas atau lembaga pendidikan lainya, bukan berarti LULUS yang sesungguhnya. Ujian yang sesungguhnya ada di depan mata, ujian yang benar-benar ujian, dimana kita harus bisa bersikap bijak untuk menyelesaikan soal-soal dalam ujian itu. Ujian kehidupan siap menanti, ia akan memberikan hasil baik apabila kita dapat memberikan nilai-nilai berharga dalam setiap soal yang ada, nilai-nilai yang memang bermanfaat dan memiliki arah yang jelas. Ia juga akan memberikan hasil buruk bagi kita yang tak pernah memberikan nilai dalam setiap soal-soalnya, hanya membiarkannya kosong ataupun berisi yang tak bernilai dan tak bermanfaat.
Apakah setelah kata lulus itu melekat padaku, aku benar-benar layak dan mampu menghadapi ujian di luar sana??? (sayapun belum bisa memastikannya)
osh… setelah ini saya harus benar-benar berjuang. lepas dari kampus…lepas uang saku dari orang tua juga, musti nyari uang saku sendiri…. dan lepas dari keceriaan temen-temen kampus. sedih juga meninggalkan ini tapi saya harus….. Yang pasti saya sudah sidang, saya sudah dinyatakan lulus. ngurus revisi, administrasi, Wisuda…..
welcome to the jungle…. (kata mereka yang sudah duluan)
Read Full Post | Make a Comment ( 22 so far )aku lulus…….!!!!!!!!
awal pekan ini, nonton televisi banyak berita tentang kelulusan anak sma/smk, karena memang awal pekan ini hasil ujian nasional mereka diumumkan. luapan kebahagiaan dan kesedihan mulai terlihat. yang seneng pada konvoi…. yang sedih pada nangis guling-guling ada pula yang pingsan. tapi ada satu sma yang khusyuk bersyukur atas kelulusan 100% sekolah mereka, dengan mengumumkan hasil kelulusan di masjid sekolah, sehingga tidak ada suasana corat coret, yang ada ungkapan rasa bersyukur atas doa-doa mereka yang telah dikabulkan. (sungguh indah jika ungkapan bersyukur dilakukan dengan menyebut nama Allah SWT dan bersyukur dihadapan-Nya).
lulus sma/smk adalah awal kita berjuang…. bagi yang tidak melanjutkan kuliah, lulus sma adalah awal perjuangan mencari pekerjaan, tes kerja sana sini, cari-cari lowongan kerja. tapi bagi yang mau kuliah,lulus sma awal dia berjuang untuk belajar lagi, belajar untuk menembus universitas negeri, ya… mentok-mentok ditolak negri…swasta lah (seperti diriku…
). bebanpun semakin berat, sudah harus memikirkan arah tujuan masa depan kita. tidak seperti waktu masih sekolah, maen, makan, tidur, belajar. awal sma, awal kita membangun kedewasaan, sudah bukan anak-anak lagi, sudah tidak putih abu-abu lagi. ada juga yang berpendapat, lulus sma siap-siap saja untuk dilamar.
jadi ingat masa-masa lulus smk dulu,
curhat ah….
menanti detik-detik kelulusan, ngumpul dengan teman-teman di laboratorium komputer, ya karena ruangan memang di desaign kedap suara jadi dimanfaatkan saja dengan putar musik nyampur (ada rock, ada pop, ada dangdut pula) kuenceng…. mencoba mengurangi stress menanti pengumuman. pengumuman dibagikan, kita berkumpul dikelas dan menerima amplop pengumuman, alhamdulillah….ternyata AKU LULUS…!!!! keluar dari kelas, ku mulai melihat ekpresi dari teman-teman dari jurusan lain yang mengekspresikan kebahagiaannya, lucu….. ada yang nangis-nangis (padahal lulus), ada yang lepas baju dan teriak-teriak, ada yang berganti kaos dan lari-lari mengelilingi sekolah dengan teriak-teriak mengatakan AKU LULUS…!!!!! ada juga yang mengeluarkan senjata mereka, spidol + pilok, tapi….setiap ada yang corat-coret pakai pilok didalam sekolah, pak satpampun beraksi, ya akhirnya luapan anarkis coret-coretan itu dilakukan diluar lingkungan sekolah. padahal depan sekolahku dulu ada markas polisi (poltabes), “kenapa mereka tidak takut ya..???” bagi yang tidak mau terkena aksi anarkis ini lebih baik berdiam diri didalam sekolah sampai keadaan mulai tenang. sedikit saja keluar dari gerbang sekolah saat aksi coret-coretan, jangan harap terbebas dari semprotan, kenal ga kenal kena semprot.dan akhirnya diriku hanya berdiam didalam sekolah dengan beberapa teman, meluapkan kebahagiaan dengan main basket di bawah teriknya sinar matahari siang… sudah gosong jadi semakin gosong deh.
setelah pengumuman, ini adalah saatnya melihat suasana yang beda disekolah, karena sekolahku kejuruan…jadi banyak dari mereka yang lulus segera bersiap mencari pekerjaan. didalam kelas, di dalam perpustakaan, ada beberapa yang sibuk membuat surat lamaran yang banyak. amplop-amplop coklat besar mereka borong, kertas folio untuk menuliskan surat lamaran diborong juga, materai 6000 juga mulai banyak dicari, kartu kuning SKCK , nyiapin berlembar-lembar foto, fotocopy surat-surat sertifikat,dan beberapa syarat nglamar pekerjaan. perusahaan-perusahaan mulai berdatangan mencari calon pekerja bagi perusahaan mereka, mengadakan tes kerja mulai dari tes tertulis, tes fisik, tes wawancara. perjuangan mencari isi kantong baru dimulai. ingin rasanya ku ikuti semuua prosesi pasca kelulusan ini tapi orang tua memberikan jalan lain buat ku, perjuanganku bukan berjuang mencari kerja tapi berjuang mencari tempat belajar lagi.
curhat selesai,,,,’
jadi…. jalan mana yang akan kita ambil?? tau yang telah kita ambil?????
sebelum mengakhiri, ada pertanyaan yang tiba-tiba singgah dikepalaku.
tradisi coret-coret konvoi sebenarnya sejak kapan ya???
sapa yang mulai???
dan gimana sih awalnya dulu bisa ada konvoi coret-coretan gitu??????
Read Full Post | Make a Comment ( 18 so far )



