struktur dasar pemrograman

Dasar Membuat Program

Struktur Program C :

Kepala

Judul program

Praprosesor (pengarah compiler)

Badan program

Nama fungsi

Deklarasi identifier (variable/konstanta)

Baris-baris pernyataan

Struktur Program C

Kepala

Continue reading

Advertisements

statement switch

Statemen switch merupakan statemen yang dirancang khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah alternatif.

Diantaranya untuk menggantikan pernyataan if bertingkat, misalnya pada penentuan nama hari, atau pada aplikasi menu dialog sederhana

Bentuk umum statemen switch adalah

Switch (ekspresi)

{

case konstanta-1: pernyataan-1 break;

case konstanta-2: pernyataan-2 break;

case konstanta-x: pernyataan-n break;

:

:

default:

pernyataan-x;

}

Ekspresi dapat berupa ungkapan bernilai integer atau bertipe karakter.

Setiap konstanta-i (konstanta-1, konstanta-2, …, konstanta-n) dapat berupa konstanta integer atau karakter.

Pernyataan-I (pernyataan-1, pernyataan-2, …, pernyataan-n) dapat berupa satu atau beberapa pernyataan.

Pengujian pada switch akan dimulai dari konstanta-1.

Jika nilai konstanta-1 cocok dengan ekspresi, maka pernyataan-1 dijalankan.

Selanjutnya adanya pernyataan break menyebabkan eksekusi diarahkan ke akhir switch.

Jika ternyata nilai konstanta-1 tidak sama dengan nilai ekspresi, pengujian dilakukan untuk konstanta-2, dan berikutnya serupa dengan pengujian konstant-1.

Continue reading

statement IF-ELSE

Statemen if-else mempunyai sintaks:

if (kondisi)

pernyataan-1

else

pernyataan-2;

Maksud dari pernyataan if-else adalah:

Jika kondisi benar, maka pernyataan-1 dijalankan,

Sedangkan jika kondisi bernilai salah, maka pernyataan-2 yang akan dijalankan.

Masing-masing pernyataan-1 dan pernyataan-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal maupun pernyataan majemuk

Pemakaian if Secara Bertingkat

Dalam bahasa C dimungkinkan untuk menggunakan statemen if ( atau if-else) secara bertingkat , yaitu di dalam suatu statemen if (atau if-else) terdapat pernyataan if (atau if-else) yang lain.

Bentuk bertingkat seperti di atas disebut sebagai nested if.

Continue reading

statement IF

Statemen if mempunyai bentuk umum (sintaksis):

if (kondisi) pernyataan

Arti dari statemen di atas adalah:

Jika kondisi bernilai benar, maka pernyataan dikerjakan

Jika kondisi bernilai salah, maka pernyataan tidak dikerjakan

Kondisi harus ditulis diantara tanda kurung, dapat berupa sembarang ungkapan (yang dipentingkan adalah nilai benar atau salah), sedangkan pernyataan adapat berupa sebuah statemen tunggal (sederhana) maupun statemen majemuk.

Pernyataan kosong berarti tidak mengandung penyataan.

Nilai kondisi bernilai nol berarti salah, sedangkan selain nol berarti benar

Terapan

Contoh pemakaian if misalnya untuk menentukan besarnya discount yang diterima oleh seorang pembeli, berdasarkan kriteria:

Tidak ada discount jika total pembelian kurang dari 100.000.

Bila total pembelian lebih besar dari atau sama dengan 100.000, discount yang akan diterima sebesar 5 % dari total pembelian.

Penyelesaian dapat dilakukan dengan membuat asumsi bahwa default-nya discount = 0 (tidak ada discount).

Kemudian jika total pembelian lebih dari atau sama dengan 100.000, maka besarnya discount diubah menjadi 5 % dari total pembelian.

Discount = 0;

if (total_pembelian >= 100000)

Discount = 0.05 * total_pembelian;

pernyataan berkondisi / kendali

Dalam pemrograman kerap kali diperlukan pengambilan keputusan dengan persyaratan tertentu

Disimbolkan dengan suatu bentuk pernyataan khusus, yaitu bentuk pencabangan / alternatif /kendali / pilihan pengambilan keputusan dengan dipenuhinya syarat yang ditetapkan

Statemen ini digunakan untuk mengambil suatu keputusan atau memilih bagian program yang akan dikerjakan sesuai dengan kondisi atau syarat yang diberikan.

Salah satu kondisi yang umum digunakan adalah berupa keadaan benar atau salah (true or false)

Bentuk Struktur Berkondisi

Dalam bahasa C dikenal bentuk simbol untuk pernyataan kendali/kondisi, yaitu : IF, IF ELSE, SWITCH

Bahasa C menyediakan beberapa jenis operator untuk mendukung pembentukan kondisi benar atau salah.

Operator Relasi

Operator relasi (hubungan) biasa digunakan untuk membandingkan dua buah nilai.

Hasil pembadingan berupa keadaan benar atau salah

>, >=, <, <=, = =, !=

Lebih dari, Lebih dari atau sama dengan, Kurang dari, Kurang dari atau sama dengan, tidak sama dengan

Continue reading