statement IF

Statemen if mempunyai bentuk umum (sintaksis):

if (kondisi) pernyataan

Arti dari statemen di atas adalah:

Jika kondisi bernilai benar, maka pernyataan dikerjakan

Jika kondisi bernilai salah, maka pernyataan tidak dikerjakan

Kondisi harus ditulis diantara tanda kurung, dapat berupa sembarang ungkapan (yang dipentingkan adalah nilai benar atau salah), sedangkan pernyataan adapat berupa sebuah statemen tunggal (sederhana) maupun statemen majemuk.

Pernyataan kosong berarti tidak mengandung penyataan.

Nilai kondisi bernilai nol berarti salah, sedangkan selain nol berarti benar

Terapan

Contoh pemakaian if misalnya untuk menentukan besarnya discount yang diterima oleh seorang pembeli, berdasarkan kriteria:

Tidak ada discount jika total pembelian kurang dari 100.000.

Bila total pembelian lebih besar dari atau sama dengan 100.000, discount yang akan diterima sebesar 5 % dari total pembelian.

Penyelesaian dapat dilakukan dengan membuat asumsi bahwa default-nya discount = 0 (tidak ada discount).

Kemudian jika total pembelian lebih dari atau sama dengan 100.000, maka besarnya discount diubah menjadi 5 % dari total pembelian.

Discount = 0;

if (total_pembelian >= 100000)

Discount = 0.05 * total_pembelian;

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s