kaluarga ku yang kedua

alone

alone

dua tahun sudah ku tinggal di rumah kos yang berasa seperti rumah kontrakan. hidup 10 penghuni kos (tanpa didampingi pemilik kos). pagi, siang, sore, malam selalu bersama mereka, setiap hari. melebihi bertemuku dengan keluarga ku sendiri yang dirumah. biarpun bentuk rumah kosnya ga begitu bagus, yang penting nyaman. tenang tinggal didalamnya.
selama 2 tahun ku hadapi orang” baru maupun orang” lama dikos ini, tapi selama ini ku selalu jadi yang paling muda dikos ini, ku seperti *dimong* ma mbak-mbak kos ku. sudah banyak tingkah-tingkah usil ku yang kulakuin ma mereka. yang ku takut-takutin binatang yang mereka takutin lah,… yang ku gangguin kalau mereka lagi pada serius belajar lah…. yang sering ku gedor-gedor pintu kamar merekalah…. diriku yang ga pernah diam kalau dikos, selalu ada keributan jika ku dikos, (kecuali ku lagi suntuk), manusia kalong dikos.
tapi satu persatu mereka lulus… satu per satu penghuni kos yang ku anggap seperti kaluargaku pergi meninggalkan kos ini. mbak kos yang dapet julukan ibu dikos juga sudah lulus…. sudah tidak ada lagi yang sering ribet bersih” tiap pagi, tidak ada yang sering masak sayur lagi, tidak ada lagi yang sering keluar pagi-pagi wat belanja dipasar. dan juga ga da lagi mbak kos yang heboh dengan diet nya, yang rela ngabisin uang ratusan ribu tuk program dietnya. ga da lagi yang minta dianterin joging tiap sore ke manahan lagi…. diriku bakalan kangen dengan semua itu.
5 tahun sudah ku tinggal di kos. 3 tahun di kos yang lama. dan 2 tahun dikos ini. ku mulai temukan keluarga baru disini tapi kenapa ku dah ditinggalin…. tapi ku tak bisa menahan mereka karena hidup pasti berubah dan kehidupan mereka harus berlanjut, (ini lah susahnya kalau tinggal dikos yang banyak penghuni mahasiswa semester tua semua, cepet ditinggalin deh), mulai tahun ini ku kan hadapi orang-orang baru dikos tercintaku ini, orang-orang baru yang ku belum tahu sapa saja itu dan bagaimana mereka, apakah mereka bisa menerima tingkah laku diriku yang seperti ini. tapi diriku harus bisa, harus bisa hadapai kehidupan bersama orang-orang baru. menyesuaikan lingkungan baru di tempat yang sama.

Advertisements

2 thoughts on “kaluarga ku yang kedua

  1. Hidup memang penuh perubahan, selalu ada yang datang dan pergi.Yang ngga berubah ya perubahan itu sendiri.
    Tempat kost memang tak ubahnya seperti temporary file.
    Mbok modenya dibalik, sekali-kali sampean yang ninggalin mereka….hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s