remaja yg ingin bebas

sebenarnya judul ini sudah ada di draft dari dlu tapi baru sempat mengeksekusinya sekarang. dari judulnya saja sudah dapat diketahui kalau kali ini ku ingin bercerita, bercerita tentang kehidupan seorang remaja. sebut saja namanya MELATI (maaf untuk yg namanya sama… tidak ada maksud untuk menyinggung, hanya pinjam nama saja 😀 )

melati (nama samaran) seorang remaja berumur 17 sampai 18 tahun, seorang anak dari keluarga sederhana, 5 bersaudara dan dia anak ke-3. kakak pertamanya sudah menikah, memiliki satu anak. kakak keduanya juga sudah menikah, kedua adik laki-lakinya masih duduk di bangku sekolah.

melati tinggal di sebuah desa yang menurutku lumayan tentram. tinggal bersama kedua adiknya dan sekitar rumahnya adalah rumah saudaranya. orang tuanya merantau ke luar kota untuk mencari nafkah. Pendidikannya hanya sampai menengah pertama. karena rasa bosannya yang hanya menunggu rumah dan merawat adik-adiknya dia sempat kerja dirumah tetangganya sebagai pembantu rumah tangga, pernah juga sebagai penunggu toko. dan dia gadis desa yang masih sangat lugu. dan sepertinya orang tua melati kurang memperhatikan anak-anaknya, dan jarang memberikan masukan, nasehat, dorongan, seringnya menegur anak dengan keras.

cerita ini dimulai saat kakak kedua melati sudah menemukan calon suami dan sudah merencanakan pernikahan, terlihat si melati mulai beda, dia mulai sering uring-uringan. entah karena ingin sperti kakaknya menemukan calon suami nya ato karena hal lain yang tak ku ketahui. hari-hari persiapan pernikahan kakaknya, dia jadi saudara yang super cuek masalah pernikahan kakaknya, sangat jarang membantu persiapan pernikahan. malah sering mengurung diri di kamar atau kadang dengan sengaja memperlihatkan cuek nya terhadap persiapan pernikahan.
Continue reading

Advertisements