minta maaf

salaman

pengen nulis “MAAF”, sebuah kata yang simple tapi terkadang kita susah untuk kita ucapkan dikala kita sedang diselimuti rasa gengsi, sok, dan apa saja lah. Sebuah kata yang sangat mulia jika kita mau menyampaikannya ketika kita berbuat salah, menyakiti hati seseorang, melupakan janji kita, menggangu orang lain,…..  dan terkadang kita menyepelekan kata maaf, “dia nya ja..ga papa kok…ga mesti minta maaf”, nah tuh…. Salah besar, ya kalau dianya ikhlas menerima perlakuan kita, kalau ga…. Bisa dendam tuh, dan itu sangat berat. Apa salahnya sih ucapkan kata MAAF, biarpun terkadang kata itu tak bisa mengobati… tapi setidaknya kita sudah ada usaha untuk meminta maaf.

Beberapa menit yang lalu, ku telah selesai membaca sebuah tulisan dari  Bu Tita yang di posting di dudung yang berjudul ” Indahnya Meminta Maaf a la si Kecil”, sebuah tulisan tentang kisah pribadi dari Bu Tita, yang intinya..

Bu Tita memarahi putrinya yang bernama Syanita karena waktu dimandiin, dia malah mainan sabun. Putrinya marah, dan menangis. “Ibu nakal!, Ibu nakal”,  “iya ibu nakal”. Syanita berhenti menangis, siang harinya tidak mau tidur siang, makan sorepun susah, tidak mau ikut shalat maghrib. Seusai shalat maghrib, bu Tita mencoba meminta maaf pada putrinya, “Ani, maafin ibu ya…, tadi ibu bikin Ani sedih ya? Ani sedih dipukul tangannya sama ibu?”  si Ani pun mengangguk kemudian memeluk ibu, ibu berkata lagi “Ani maafin ibu ya!” kali ini Ani pun menangis.  Bu Tita mengajak Syanita untuk tidur, karena seharian belum istirahat, ternyata Ani sudah sangat ingin tidur, tapi di hatinya masih ada beban, dan dia merasa nyaman setelah mendengar kata MAAF dari ibunya.

Dari sini terlihat, sungguh indah kata maaf, Ani yang tadinya masih dendam dengan ibunya, walaupun si ibu sudah mengakui salah. Dengan sebuah kata maaf, Ani pun bisa tersenyum lepas, tanpa dendam.

–> Lanjutan crita dari Bu Tita.

Paginya syanita menjadi anak yang susah diatur, ga tahu kenapa. Bu Tita jengkel. Sampai sore hari, syanita pun tidak mau ikut shalat maghrib, tapi dia terus memperhatikan bu Tita yang sedang sholat. Bu Tita selesai  sholat syanita berlari menghampiri ibunya dan berkata “Ibu, maafin Ani ya…!” . sungguh bahagia hati ibunya, si kecilnya telah belajar meminta maaf dari dirinya.

Oleh karena itu, jangan pernah sungkan katakan maaf,ketika kata maaf itu diperlukan. siapapun dia, dimanapun kita, dan kapanpun itu. Minta maaf, salah satu usaha kita dalam memperbaikin hubungan dalam kehidupan.

Memaafkan pun tak kalah indahnya dari meminta maaf. Sungguh indah jika kita dapat berlapang dada memaafkan kesalahan orang lain, demi ketenangan dan kedamaian dalam diri kita sendiri.

Iya ga sih???  😀

NB : iyem minta maaf jika ada kata-kata ataupun perbuatan iyem yang tak enak dihati pembaca. MAAFIN IYEM YA…..!!!!  (insyaAllah iyem akan berusaha memaafkan jika ada yang tak enak dihati iyem, semoga…bisa… Amin..!!) **berasa lebaran ja nie**

Advertisements

20 thoughts on “minta maaf

  1. Permasalahan timbul jika kedua belah pihak merasa benar 😀
    Atau pihak A mengkriminalisasi pihak B, jelas B tidak akan minta maaf karena memang tidak salah, namun A jelas tidak mungkin akan minta maaf.

  2. tolong dong kasih tahu w kata-kata buat minta maaf. yang buat pacar, dan buat TTM. soalnya, w gak [pernah minta maaf ma mereka, biasanya w minta maaf ma tmen w doang… w mohon banget… tapi, yang agak menyentuh ya.. biar dia tahu, bahwa diriku masih mencintai nya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s