Tilang dan Sidang (ga jadii)

Rabu, tanggal 11 mei 2011 jam 12.20 wib. jadi awal serangkaian urusan dengan kepolisian. rencana ingin ke kantor pos pusat solo malah nglanggar jalur, yang harusnya jalan hanya mengarah ke selatan eh malah sayanya motoran ke arah utara, di jalan daerah Gladag Solo, jalan menuju alun-alun.  sampai di bundaran, tiba-tiba ada pak polisi mendekati ku. dan ditariklah aku menuju pos polisi di sudut jalan itu.

saat itu saya bingung, lhah salah apa saya pak? … tak tahu kalau ternyata saya telah melanggar. akhirnya pak polisipun mencatat dalam sebuah catatan tilang, dan jadilah saya ditilang di hari itu, jadi hari pertama saya mendapatkan surat tilang, dan jadwal sidang pun telah ditetapkan. dan musti sidang juga. saat penilangan pun masih ada tawar menawar, sebelumnya STNK yang mau disita, dan saya tawar SIM saja karena STNK selalu digunakan untuk keluar masuk kampus.

pict pak polisi yang mencatat tilang : pak polisinya nilang sambil talipun-talipunan, dan saya yang ditilang sambil motret-motret’an 😀

pak polisi

pak polisi

ini lah surat tilang pertama yang ku dapatkan :

surat tilang pertamaku

surat tilang pertamaku

Dalam surat tilang, tertulis saya telah melanggar pasal 287115 ,  pasal itu isinya apa ya??????  😀  tertulis juga saya harus ikut sidang seminggu setelah surat itu keluar, hari kamis tanggal 19 Mei 2011, jam 09.00 wib di pengadilan negeri surakarta.

tepat di hari dan tanggal sidang, saya dan teman saya menuju ke pengadilan negeri surakarta untuk melaksannakan kewajiban sebagai terdakwa. yang menarik saat mendatangi pengadilan negeri, di luar pengadilan dalam jarak sekitar 500 meteran sudah ada orang yang menawarkan untuk mengambilkan, awalnya saya bingung sedang apa mereka, malah yang terfikirkan di kepalaku, mereka menawarkan tempat parkir. ini ya yang dimaksud calo tilang, bukannya mereka nanti akhirnya ikut sidang juga??? trus klo ngurusnya banyak gimana??? ah sudahlah,  kembali ke pengadilan, memasuki gerbang pengadilan… (pertama kalinya) ternyata di dalam sudah banyak orang ngantri sidang.

masuk ke tempat, yang setahu saya berada di tengah pengadilan, ada kerumunan orang mengantri dan ku hampiri mereka, ternyata itu loket untuk mendaftarkan surat tilang dan di proses oleh pihak administrasi, nama demi nama dipanggil. yang menggelitikku untuk tersenyum dari kerumunan itu adalah saat ada orang yang telah dipanggil namanya dan mendapatkan surat tilangnya untuk mengikuti sidang, banyak diantara mereka yang mengatakan kalimat yang sama, “yen mung diorek-orek ngene aku yo iso, ndadak ngantri barang”  (klo hanya dicoret-coret gini saya juga bisa, ga usah pakai ngantri). kalimat itu sering sekali ku dengarkan, dan kebanyakan dari orang tua (bapak-bapak).

lama menanti nama saya dipanggil, saya melihat ada orang yang datangnya akhir tapi sudah dipanggil, akhirnya saya merasakan sedikit curiga, pasti ini ada sesuatu, dan saya beranikan untuk menembus kerumunan orang yang mayoritas bapak-bapak dan mas-mas. sedikit-sedikit tapi pasti saya bisa mendekati loket, niat hati ingin bertanya ah malah si bapaknya tiba-tiba mengambil tumpukan surat tilang yang ditempatkan di pojokan, dan tak lama namaku dipanggil. dan apa yang aku dapatkan, si bapak bilang “mbak ini datanya belum masuk kesini, jadi coba tanyakan ke polsek” . ampun deh, kalau akhirnya saya harus mengurus dulu ke polsek, kenapa dari tadi surat saya ditahan, dan ga segera diserahkan, padahal menanti lama sudah kulakukan.

dengan perasaan sedikit emosi (sedikit lho ya) saya keluar pengadilan dan menuju ke polsek (pertama kalinya juga) di bagian informasi saya menanyakan tempat mengurus surat tilang. setelah ditunjukkan arahnya, saya menuju ke tempat itu.

ur tilang

ur tilang

Masuk ke dalam ruangan urusan tilang, saya sampaikan maksud kedatangan saya disitu. saya serahkan surat tilang itu, dan dicarikan oleh bapak polisi yang ada didalam ruang tersebut. setelah SIM saya ketemu, si bapak menyerahkan SIM dan berkata 70 ribu mbak. sesaat saya kaget, sebanyak itu?????  ingin rasanya menawar tapi kok ga bisa dan belum berani membantah.  apakah memang sebesar itu denda yang harus saya bayar????apakah jika saya mengikuti sidang dipengadilan, saya juga membayar sebesar itu????kenapa surat tilang saya ditahan di polsek, bukannya urusan memberikan denda pada terdakwa itu musti di pengadilan???? kenapa ya???

apapun itu jawabannya, yang pasti hari itu jadi hari pertama saya mengganti SIM saya dengan surat tilang, hari pertama saya menginjakkan kaki di pengadilan, hari pertama saya menjadi terdakwa, dan hari pertama mengurus tilang di polsek.

Advertisements

22 thoughts on “Tilang dan Sidang (ga jadii)

  1. aku kok g pernah ya. waktu blm punya sim sering kecegat polisi, tp g pernah ditilang, karena liat penampilan orang baik2. wkwkwkwkwk
    skrang dah ada sim malah g pernah kecegat.

  2. Nah, bagus, jangan berdamai sama polisinya. Meski mahal, tapi setidaknya Iyem Jujur. 🙂

    Eh eh, tapi apa Iyem udah tahu kesalahan Iyem apa? Kalo belum, jangan mau ditipu polisi! 😡

    • lha kan udah crita masnya…. ituh… iyem nglanggar jalur. harusnya ke selatan malah iyem ke utara. (jalan searah)

  3. aku juga punya pengalaman tentang tilang-menilang ini. Akunya siap buat sidang, tapi uniknya pak polisinya malah ngga mau. dan kita dipaksa bayar SERATUS TUJUH PULUH LIMA RIBU RUPIAH. gilaaaak !! polisi medan punya gawe nih.. kepaksa bayar karena waktu itu mau ngelayat orang tua temen yang meninggal. Kejaaaaaam..

    salam kenal yaa
    semoga berkenan 🙂

  4. Wahaha…mahal jg ya? 70ribu… hehehe…
    Temenku kmrn kena, sidang: 40ribu. Tp, antrine kui…suueeee tenan…

  5. kalau “damai” di jalan cuman kena 25rb mba
    tapi namanya pengalaman memang mahal harganya
    tetap semangat aja menjalankan yg benar 🙂

    • iya,,,, bingung saya…. kalau memang bakal ditahan di polsek… ngomong lah… oan bisa langsung diurus disana, ga pakai nunggu ngantriii lamanyaaaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s