#masku

kakak dan istri

kakak dan istri

Kali ini inginku menuliskan cerita tentang saudara laki-laki ku yang sekarang tinggal di perantauan. Kakakku, laki-laki dengan perawakan tinggi kurus, kulit sawo matang, dan sering memiliki kantong mata. *tiba-tiba teringat tugas pelajaran bahasa Indonesia di masa SD, oleh guru disuruh bercerita tentang seseorang, nah begitulah postingan kali ini akan berisi. Anggap saja coretan anak-anak yang bercerita tentang saudaranya.

Tiga bersaudara , kakak –  aku –  adek, dengan jarak umur yang terpaut jauh antara kita bertiga. Kakak laki-laki dan adekpun laki-laki, istilah Jawa nya *sendang keapit pancuran* anak perempuan satu-satunya dan berada di tengah. Jarak umur antara aku dan kakakku cukup jauh (7 tahun) membuat lingkungan bermain kita yang sangat berbeda. Tapi entah berbeda denganku,semasa ku masih kecil  jika aku bosan bermain dengan teman sebayaku, aku sering ikutin kemana kakakku bermain, dan sering hanya menjadi penonon atau malah pengganggu. Bermain dengan teman-teman kakakku yang mayoritas cowok, mungkin menjadi salah satu alasan aku mulai tertarik dengan aktivitas cowok, dan kebanyakan teman main sebayaku juga cowok, akhirnya tomboylah aku sejak masih kecil.

Ada satu becandaan dari temen kakak yang sering membuatku menangis tiap temen kakak sampaikan itu kepadaku, awalnya dia nanya dimana kakakku, jika kakakku tak ada disekitarku dia akan bilang padaku *masmu tak sate lho*  berkali-kali dan spontan pasti aku marah dan menangis lari pulang. Jika ku ingat, lugunya aku saat itu, dan saat inipun kalau aku ketemu dengan teman kakak itu, kadang dia lontarkan kembali becandaan itu, dan pasti nanya… kok ga nangis lagi???

kakakku, salah satu aktivis di SMA nya saat itu, seingatku sih sampai jadi ketua OSIS di tahunnya dulu. Masuk Universitas, kakakku mahasiswa Teknik Mesin ga jauh dari yang namanya organisasi, dan bahkan markas organisasi dijadikan tempat kosan. Penelitian-pelitian,juara  lomba, bahkan pelayaran nasional pun dia ikut serta. Sampai  numpuk banyak piala itu di rumah. Beasiswa, entah sudah ngeruk berapa rupiah itu kakakku dari kampus dan instansi lain, dan lulus menjadi mahasiswa terbaik. Meski saat kakak wisuda aku tak bisa tahu *masuk sekolah euy*.

Kakakku, di masa aku masih duduk di bangku SMP kakak sudah kuliah dan nge-kos di Solo, dihari aktif sekolah jika kakak lagi ada dirumah, tiap pagi pasti ku ganggu tidurnya hanya untuk jadi sopir yang mengantar aku ketempat ku naik bus. Meski sambil ngedumel tapi pasti kakak nganterin, bawa motor dengan mata masih belum sepenuhnya terbuka.

Di masa aku duduk di bangku STM, semakin dekat saja keberadaanku dengan kakakku, sama-sama nge-kos di solo tapi beda wilayah. Satu makanan yang sering banget ku dapatkan dari kakakku tiap kakak lagi dapat beasiswa atau menang lomba, atau entah aku lagi ada apa, yaitu COKLAT. Pasti aku dapat coklat dengan ukuran lumayan besar, dan diantar ke kos atau sekolah. Sempat pula teman-temanku mengira kakakku itu pacarku, gimana ga berfikir pacar, datang ke depan sekolah naik motor nenteng ranselnya, ku hampiri dan memberiku coklat, naah…temen yang ga tahu kan jadi ngiranya aku punya pacar anak kuliahan.  😀

Kakakku, orang yang pertama kali ku tanyai, kumintai pertimbangan, mengadu tiap aku lagi menemukan suatu masalah atau pilihan atau apalah, sebelum berita itu sampai ke orang tua. Satu-satunya kurir uang saku dari orang tua tiap aku sepekan ga pulang ke rumah dan satu-satunya orang yang jadiin aku tempat laundry tiap pulang ke rumah, dan dibayar dengan coklat bahkan hanya dengan ucapan terima kasih. -__-  Berantem sering, dinasehatin panjang lebar pun sering, diplototin tiap ku bikin salah..itu juga sangat sering. 😀

Mulai kakak kerja, saat itulah aku mulai ngerasa sedikit kehilangan sosok kakakku yang sering ku ganggu dulu. Apalagi setelah kakak terbang ke Kalimantan, nah…tambah jauh saja. Tak ada yang ku gangguin untuk ngurusin ini itu, tak ada yang jadi sopir ngantar aku entah kemana, tak ada yang mlototin aku tiap aku sedikit berselisih dengan ibu. Ya paling nasehat-nasehat dari  kejauhan. Mungkin karena ini aku mulai mencari-cari sosok kakak didiri orang lain, tapi…..ah sudahlah. Semakin lama, kakakpun berkeluarga, hidup dengan istri dan anaknya di Kalimantan sana. Dan sekarang, aku harus tahu waktu kalau mau ketemu sosok kakakku yang sering ngomelin aku dulu,meski lewat pesan atau suara, karena sekarang kakakku sudah jadi kepala keluarga dan harus jadi imam buat keluarganya. Dan aku pun harus mulai membiasakan diri jadi anak tertua di dalam rumah saat kakak di kalimantan dan anak tertua di KK (kartu keluarga) 😀

Kemaren, tanggal 21 Oktober 2012. Kakakku nambah umur lagi, genap kepala 3 sekarang. Tambah tua saja, *sukses mas, sukses jadi suami, sukses jadi bapak, sukses juga di perusahaan, banyak rejeki, banyak anak (biar banyak ponakan 😀 ), rumah tangga tetep adem ayem, semoga sisa umurnya semakin barokah* Amiin…..

**curhatan ini sengaja ku tulis teruntuk kakakku di pulau sebrang**
Advertisements

One thought on “#masku

  1. kalau aku anak terakhir cowok sendiri lagi. sengsara kalau bikin salah yang ngomelin banyak banget, ibuk, mbak pertama, mbak ke dua dan paling galak mbak ke tiga 😀
    selamat ulang tahu untuk masnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s