PEMAKSAN BARON DENJALAN (BATU BULAN – GIANYAR – BALI)

Kamis, 9 Mei 2013 saya dan rombongan dari jurusan disekolah tempat saya mengajar sudah berada di Bali dalam rangkaian kegiatan kunjungan industri dan liburan. Pagi-pagi jam 08.30 wita kita dibawa keluar dari tempat menginap dan diantar ke daerah Batu Bulan – Gianyar untuk menyaksikan pementasan tari Barong. Pementasan dimulai jam 09.30 wita, sebelum mulai pementasan diawali dengan musik-musik Bali semacam gamelan.

gamelan

gamelan

TARI BARONG DAN KRIS

Tarian barong menggambarkan pertarungan antara “kebajikan”. Barong adalah binatang purbakala melukiskan “kebajikan” dan Rangda adalah binatang purbakala yang maha dasyat menggambarkan “kebatilan”.

GENDING PEMBUKA

Barong dank era sedang berada di dalam hutan yang lebat. Kemudian muncullah tiga orang yang bertopeng yang menggambarkan tiga orang yang sedang membuat tuak di tengah-tengah hutan, yang mana anaknya telah diduga dimakan oleh Barong. Ketiga orang itu sangat marah dan menyerang Barong itu dan dalam perkelahian ini hidung diantara salah seorang dari ketiga orang itu digigit oleh kera tadi.

barong dengan monyet

barong dengan monyet

monyet dan penduduk

monyet dan penduduk

BABAK PERTAMA

Dua orang penari muncul dan mereka adalah pengikut-pengikut dari Rangda sedang mencari Dewi Kunti yang sedang dalam perjalanan untuk menemui patihnya.

penari

penari

BABAK KEDUA

Pengikut-pengikut Dewi Kunti tiba.  Salah satu dari pengikut Rangda berubah rupa menjadi setan (semacam  Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunti yang menyebabkan mereka bisa menjadi marah. Keduanya menemui patih dan bersama-sama menghadap Kunti.

2 pengawal dewi kunti

2 pengawal dewi kunti

patih

patih

BABAK KETIGA

Muncullah Dewi Kunti dan anaknya Sadewa dan Dewi Kunti telah berjanji kepada Rangda untuk menyerahkan Sadewa sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya Sadewa kepada Rangda tetapi setan (semacam Rangda) memasukkan roh jahat kepadanya yang menyebabkan Dewi Kunti bisa menjadi marah dan tetap berniat mengorbankan anaknya kepada Patihnya untuk membuang Sadewa kedalam hutan dan Patih inipun tidak luput dari kemasukkan roh jahat oleh setan itu sehingga sang Patih  dengan tanpa perasaan kemanusiaan, menggiring Sadewa kedalam hutan dan mengikatnya di muka istana sang Rangda.

dewi kunti dan sadewa

dewi kunti dan sadewa

sadewa ditahan

sadewa ditahan

BABAK KEEMPAT

Turunlah Dewa Siwa dan memberikan keabadian hidup kepada Sadewa dan kejadian ini tidak diketahui oleh Rangda. Kemudian datanglah Rangda untuk mengoyak-ngoyak dan membunuh Sadewa tetapi tidak dapat dibunuhnya karena kekebalan yang dianugrahkan oleh Dewa Siwa. Rangda menyerah kepada Sadewa dan memohon untuk diselamatkan agar dengan demikian dia bisa masuk sorga.

dewa siwa

dewa siwa

rangda datang

rangda datang

rangda minta pengampunan

rangda minta pengampunan

BABAK KELIMA

Kalika salah seorang pengikut rangda menghadap kepada Sadewa untuk diselamatkan juga tetapi ditolak oleh Sadewa. Penolakan ini menimbulkan perkelahian dan Kalika berubah rupa menjadi “babi hutan” dan didalam pertarungan antara Sadewa melawan “babi hutan”  Sadewa mendapat kemenangan. Kemudian Kalika (babi hutan) ini berubahmenjadi “burung” tetapi tetap dikalahkan. Dan akhirnya Kalika (burung) berubah rupa lagi menjadi Rangda oleh karena saktinya Rangda ini maka Sadewa tidak dapat membunuhnya dan akhirnya Sadewa berubah rupa menjadi Barong karena sama saktinya maka pertarungan antara Barong melawan Rangda ini tidak ada yang menang dan dengan demikian pertarungan dan perkelahian ini berlangsung terus abadi “kebaikan” melawan “kebatilan”. Kemudian muncullah pengikut-pengikut Barong masing-masing dengan kerisnya yang hendak menolong Barong dalam pertarungan melawan Rangda. Mereka ini semuanyapun tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda.

kalika

kalika

babi hutan

babi hutan

burung

burung

kalika jadi barong

kalika jadi barong

sadewa jadi barong

sadewa jadi barong

pengawal melawan rangda

pengawal melawan rangda

pengawal dengan barong

pengawal dengan barong

Advertisements

2 thoughts on “PEMAKSAN BARON DENJALAN (BATU BULAN – GIANYAR – BALI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s