awal perjalananku di kotamu Jendral… Soedirman

Mei 2014, bulan dimana saya resmi pindah di kota Perwira, Purbalingga. Kota dimana tanpa ada satu orangpun saudara saya tinggal. Tepatnya di kecamatan Rembang, kecamatan yang letaknya paling Utara di kabupaten Purbalingga. Kecamatan Rembang merupakan kecamatan yang paling ujung, banyak pepohonan rindang, sawah, sedikit perkampungan dan tak ada perumahan. 😀

Pertama kalinya saya meninjakkan kaki di kecamatan ini, adalah di sekolah dimana saya harus mengabdi untuk waktu yang sangat lama, SMK Negeri 1 Rembang, Purbalingga. Saat itu juga perasaanku campur-campur, antara senang dan sedih. Senang karena dengan status ini saya bisa melihat orang tua tersenyum lebar, senang karena saya tidak akan menjumpai hiruk pikuk kota yang sering membuat kepala semakin pusing. Tapi aku juga sedih, dapatkah aku bertahan lama tinggal di daerah dimana antara satu rumah dengan yang lain jauh, daerah dimana mitos-mitos masih dipegang teguh, daerah dimana aku akan kesusahan dalam mendapatkan apa yang aku butuhkan, karena terlalu lama terlena dengan kehidupan yang memberi banyak kemudahan dalam mencari apa yang kubutuhkan.

1 Mei 2014, saya ditemani ibu datang ke kosan yang sudah dipesankan oleh salah satu staff TU di sekolahku bakal mengabdi. Kesan pertama saya dengan orang sini, ramah, baik, mau menolong orang yang notabene belum kenal sama sekali sebelumnya, mereka rela mencarikan kosan yang paling nyaman, menjemput, mengantarkan. Kosan dimana pemiliknya pun sangat ramah, baik, sudah seperti ibu sendiri dalam kesehariannya dengan saya.

Beberapa bulan disini akhirnya mendapatkan rumah yang dikontrakkan. Rumah dengan ukuran yang tergolong besar, apalagi hanya ditinggalin 2 orang gadis yang senang berdiam dikamar masing-masing. Rumah yang ditinggalkan pemiliknya untuk merantau di Sumatra, meski awal tinggal disini kesan rumah horor masih melekat tapi lama kelamaan terbiasa dan nyaman-nyyaman saja tinggal disini.

Bicara soal keluarga, di daerah ini saya benar-benar orang baru tanpa keluarga satupun. Tanpa ada yang dikenal sebelum akhirnya saya bertemu dengan sebuah keluarga yang mencarikan saya kosan. Keluarga yang memiliki 3 anak (cowok SMA, cowok SMP, cewek SD) dengan kepala keluarga seorang guru sekolah menengah pertama di daerah ini juga, dan ibu seorang staff TU di sekolah tempat ku ditugaskan. Keluarga inilah yang akhirnya menjadi keluarga yang sangat sering ku repotkan, keluarga yang selalu saya samperin saat saya membutuhkan bantuan, tempat saya curhat, dan tempat saya bermain dengan anak terakhirnya. Merekalah keluargaku disini sekarang.

Mulai ke tempat kerja, SMK Negeri 1 Rembang, sekolah yang baru memiliki 3 angkatan alumni, sekolah yang sebelumnya bergabung satu gedung dengan sebuah SMP, sampai 2 tahun akhirnya berdiri gedung sendiri sampai sekarang sekitar 1,5 tahun gedung sekolah sudah tegak berdiri, dan sampai saat ini juga pembangunan gedung sekolah terus dilakukan. Sekolah dengan total siswa sekitar 500 anak, 12 ruang kelas, 1 ruang guru, dan 2 laboratorium. Guru disekolah ini berjumlah 30 guru yang sebagian besar masih berstatus guru tidak tetap dan dengan umur yang kebanyakan masih tergolong muda. Kekeluargaan yang saya rasakan di sekolah sangat kuat, setiap saya butuh bantuan mereka pun siap membantu, mereka juga lah keluarga baru saya di daerah ini.

Sebagai obat kangen saya dengan blog ini, inilah sedikit cerita saya tentang tempat saya tinggal sekarang, dan awal dari ceritaku selanjutnya tentang daerah ini (semoga).

Advertisements

One thought on “awal perjalananku di kotamu Jendral… Soedirman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s