awal perjalananku di kotamu Jendral… Soedirman

Mei 2014, bulan dimana saya resmi pindah di kota Perwira, Purbalingga. Kota dimana tanpa ada satu orangpun saudara saya tinggal. Tepatnya di kecamatan Rembang, kecamatan yang letaknya paling Utara di kabupaten Purbalingga. Kecamatan Rembang merupakan kecamatan yang paling ujung, banyak pepohonan rindang, sawah, sedikit perkampungan dan tak ada perumahan. 😀

Pertama kalinya saya meninjakkan kaki di kecamatan ini, adalah di sekolah dimana saya harus mengabdi untuk waktu yang sangat lama, SMK Negeri 1 Rembang, Purbalingga. Saat itu juga perasaanku campur-campur, antara senang dan sedih. Senang karena dengan status ini saya bisa melihat orang tua tersenyum lebar, senang karena saya tidak akan menjumpai hiruk pikuk kota yang sering membuat kepala semakin pusing. Tapi aku juga sedih, dapatkah aku bertahan lama tinggal di daerah dimana antara satu rumah dengan yang lain jauh, daerah dimana mitos-mitos masih dipegang teguh, daerah dimana aku akan kesusahan dalam mendapatkan apa yang aku butuhkan, karena terlalu lama terlena dengan kehidupan yang memberi banyak kemudahan dalam mencari apa yang kubutuhkan.

Continue reading

Advertisements

wisuda WAH wisuda

photo by : muhdhito.wordpress.com

photo by : muhdhito.wordpress.com

wisuda… sebuah pengukuhan setelah menyelesaikan pendidikan. Dulu, semester awal di kampus…setiap melihat prosesi wisuda perasaan wah….kagum…pengen (pasti) itu selalu muncul, selalu ngebayangin andai aku wisuda. Betapa bahagianya aku saat itu. Selalu nyengar-nyengir sendiri setiap kakak-kakak tingkat yang telah diwisuda. bayangin bahagia dan bangganya bisa pakai toga didampingi kedua orang tua. Setiap ada temen kos yang wisuda, selalu ingin datang ke kampus menjemput si mbak-mbak  yang wisuda, melihat kebahagiaan mereka, akupun ikut senang dan selalu membayangkan berada diposisi mereka.

Continue reading

10022011 14.30

^_^

^_^

(maaf….posting kali ini curhat lagi)

10 – 02 – 2011 . hari dimana saya harus berjuang untuk mendapatkan sebuah kata LULUS, setelah 3,5 tahun saya mencari bekal. jam 13.00 wib saya berada disebuah ruangan, ber AC, ditemani laptop tercinta yang siap menampilkan hasil perjuanganku, di depanku 4 orang dosen yang siap memastikan apakah saya layak mendapatkan sebuah kata itu.  berjuanganku pun dimulai pada menit itu juga, pertanyaan-pertanyaan, saran, kritik, mulai bermunculan saat itu juga. jam 14.30 wib akhirnya saya mendengarkan sebuah kalimat yang selalu dinanti oleh seseorang yang sedang berstatus sebagai mahasiswa.

Continue reading