Penolakan jadi do’a

guru

guru

Sampai saat ini, hanya judul itu yang terfikirkan. Penolakan??? Dalam setiap kehidupan manusia mengalami pilihan antara menerima atau menolak, ini terjadi di setiap aspek kehidupan. Mulai dari bangun tidur saja… kita sudah dihadapkan dalam pilihan itu, menerima untuk bangun dan melanjutkan aktivitas, atau menolak untuk bangun dan melanjutkan tidur.

Continue reading

Advertisements

minta maaf

salaman

pengen nulis “MAAF”, sebuah kata yang simple tapi terkadang kita susah untuk kita ucapkan dikala kita sedang diselimuti rasa gengsi, sok, dan apa saja lah. Sebuah kata yang sangat mulia jika kita mau menyampaikannya ketika kita berbuat salah, menyakiti hati seseorang, melupakan janji kita, menggangu orang lain,…..  dan terkadang kita menyepelekan kata maaf, “dia nya ja..ga papa kok…ga mesti minta maaf”, nah tuh…. Salah besar, ya kalau dianya ikhlas menerima perlakuan kita, kalau ga…. Bisa dendam tuh, dan itu sangat berat. Apa salahnya sih ucapkan kata MAAF, biarpun terkadang kata itu tak bisa mengobati… tapi setidaknya kita sudah ada usaha untuk meminta maaf.

Beberapa menit yang lalu, ku telah selesai membaca sebuah tulisan dari  Bu Tita yang di posting di dudung yang berjudul ” Indahnya Meminta Maaf a la si Kecil”, sebuah tulisan tentang kisah pribadi dari Bu Tita, yang intinya..

Bu Tita memarahi putrinya yang bernama Syanita karena waktu dimandiin, dia malah mainan sabun. Putrinya marah, dan menangis. “Ibu nakal!, Ibu nakal”,  “iya ibu nakal”. Syanita berhenti menangis, siang harinya tidak mau tidur siang, makan sorepun susah, tidak mau ikut shalat maghrib. Seusai shalat maghrib, bu Tita mencoba meminta maaf pada putrinya, “Ani, maafin ibu ya…, tadi ibu bikin Ani sedih ya? Ani sedih dipukul tangannya sama ibu?”  si Ani pun mengangguk kemudian memeluk ibu, ibu berkata lagi “Ani maafin ibu ya!” kali ini Ani pun menangis.  Bu Tita mengajak Syanita untuk tidur, karena seharian belum istirahat, ternyata Ani sudah sangat ingin tidur, tapi di hatinya masih ada beban, dan dia merasa nyaman setelah mendengar kata MAAF dari ibunya.

Dari sini terlihat, sungguh indah kata maaf, Ani yang tadinya masih dendam dengan ibunya, walaupun si ibu sudah mengakui salah. Dengan sebuah kata maaf, Ani pun bisa tersenyum lepas, tanpa dendam.

–> Lanjutan crita dari Bu Tita.

Paginya syanita menjadi anak yang susah diatur, ga tahu kenapa. Bu Tita jengkel. Sampai sore hari, syanita pun tidak mau ikut shalat maghrib, tapi dia terus memperhatikan bu Tita yang sedang sholat. Bu Tita selesai  sholat syanita berlari menghampiri ibunya dan berkata “Ibu, maafin Ani ya…!” . sungguh bahagia hati ibunya, si kecilnya telah belajar meminta maaf dari dirinya.

Oleh karena itu, jangan pernah sungkan katakan maaf,ketika kata maaf itu diperlukan. siapapun dia, dimanapun kita, dan kapanpun itu. Minta maaf, salah satu usaha kita dalam memperbaikin hubungan dalam kehidupan.

Memaafkan pun tak kalah indahnya dari meminta maaf. Sungguh indah jika kita dapat berlapang dada memaafkan kesalahan orang lain, demi ketenangan dan kedamaian dalam diri kita sendiri.

Iya ga sih???  😀

NB : iyem minta maaf jika ada kata-kata ataupun perbuatan iyem yang tak enak dihati pembaca. MAAFIN IYEM YA…..!!!!  (insyaAllah iyem akan berusaha memaafkan jika ada yang tak enak dihati iyem, semoga…bisa… Amin..!!) **berasa lebaran ja nie**

remaja yg ingin bebas

sebenarnya judul ini sudah ada di draft dari dlu tapi baru sempat mengeksekusinya sekarang. dari judulnya saja sudah dapat diketahui kalau kali ini ku ingin bercerita, bercerita tentang kehidupan seorang remaja. sebut saja namanya MELATI (maaf untuk yg namanya sama… tidak ada maksud untuk menyinggung, hanya pinjam nama saja 😀 )

melati (nama samaran) seorang remaja berumur 17 sampai 18 tahun, seorang anak dari keluarga sederhana, 5 bersaudara dan dia anak ke-3. kakak pertamanya sudah menikah, memiliki satu anak. kakak keduanya juga sudah menikah, kedua adik laki-lakinya masih duduk di bangku sekolah.

melati tinggal di sebuah desa yang menurutku lumayan tentram. tinggal bersama kedua adiknya dan sekitar rumahnya adalah rumah saudaranya. orang tuanya merantau ke luar kota untuk mencari nafkah. Pendidikannya hanya sampai menengah pertama. karena rasa bosannya yang hanya menunggu rumah dan merawat adik-adiknya dia sempat kerja dirumah tetangganya sebagai pembantu rumah tangga, pernah juga sebagai penunggu toko. dan dia gadis desa yang masih sangat lugu. dan sepertinya orang tua melati kurang memperhatikan anak-anaknya, dan jarang memberikan masukan, nasehat, dorongan, seringnya menegur anak dengan keras.

cerita ini dimulai saat kakak kedua melati sudah menemukan calon suami dan sudah merencanakan pernikahan, terlihat si melati mulai beda, dia mulai sering uring-uringan. entah karena ingin sperti kakaknya menemukan calon suami nya ato karena hal lain yang tak ku ketahui. hari-hari persiapan pernikahan kakaknya, dia jadi saudara yang super cuek masalah pernikahan kakaknya, sangat jarang membantu persiapan pernikahan. malah sering mengurung diri di kamar atau kadang dengan sengaja memperlihatkan cuek nya terhadap persiapan pernikahan.
Continue reading

sugeng riyadi

*Ngaturaken sugeng riyadi sedoyo kalepatan kulo nyuwun panganpunten*

lebaran

lebaran

Kata-kata yang sering saya denger sejak kecil sampai sekarang, saat lebaran sungkem kerumah mbah kakung, mbah putri. Kata-kata yang dulu sama sekali tidak ku ketahui artinya… hingga akhirnya ku berusaha mencari tahu maksud dari kata-kata tersebut.

Setelah kata itu terucap, akan ada balasan kata-kata. yang intinya minta maaf dan memaafkan. dan terkadang berlanjut ke kata-kata yang maknanya mendoakan kita, bagi yang masih sekolah….sering didoakan supaya sukses sekolahnya jadi anak pinter…..  bagi yang dah lulus sekolah tapi blom berkeluarga…biasanya mendapatkan doa enteng  jodoh.
Tapi lebaran kali ini doa yang ku dapatkan lebih kumplit, *sekolahe  ndang lulus, dadi bocah pinter, kerjone mapan, dan yang terakhir ndang ketemu karo jodone* Amin…..!!!!!!!!!!!

Dan akhir-akhir ini sering ku mendengar anak-anak kecil saat berjabat  tangan dengan orang tua (mbah kakung mbah putri) mengucapkan kata sugeng riyadi setiap ku tanya maksudnya pasti mereka tidak tahu.
Ya bgitullah yang terjadi, sampai saat ini bahasa daerah masih menjadi salah satu pelajaran yang disandingkan dengan pelajaran-pelajaran yang sulit. (termasuk diriku  ^_^)

^_^

Iyem ingin mengucapkan >>

Taqoballallohu minna wa minkum…
Taqobbal Yaa Kariim…
Shiyamana wa siyamukum…
Wa ja’alana minal ‘Aidin Wal Faizin…
Amiin.

Maafkan kesalahan yang selama ini ku perbuat yang disengaja ataupun yang tidak disengaja.

BeTiga “Buka Bersama Bengawan”

betiga

betiga

hari jumat tanggal 11 September 2009, di TBS ada BETIGA ” Buka Bersama Bengawan“. diriku datang bersama si gadis jeruk yang sudah siap di kos menunggu ku pulang dari kampus. hari itu adalah pertama kalinya diriku masuk ke TBS, dan sempet kebingungan mencari tkp betiga dan akhirnya teknologi pun dimanfaatkan (telpon riwis). segera menuju tempat betiga, rame… tidak seperti kopdar akhir-akhir ini.
karena terlambat, sampai di tkp ku bingung, ni lagi ngapain….setelah menyimak dari rekan-rekan sebelumnya… “keknya lagi perkenalan deh”… dan memang benar, waktu itu lagi perkenalan. suara adhan terdengar, buka puasa pun dimulai. Teh manis panas menjadi menu pertama untuk membatalkan puasa, dan disusul menu-menu makan yang disiapkan oleh si ibu penjual, TENGKLENG…. menu utama. Diriku sudah lama tinggal di Solo tapi baru hari itu ku merasakan tengkleng. ku lihat yang lain makan dengan lahapnya, piring-piring yang penuh dengan tengkleng, habis…tinggal tersisa tulang-tulangnya. buka puasa waktu itu adalah menu makan nasiku pertama setelah 3 hari menu makanku mie instan.

tengkleng "menu utama"

tengkleng "menu utama"

Selesai makan acara pun berlanjut, yaitu dilanjutkan dengan sesi curhat “mengeluarkan unek-unek yang dirasakan selama menjadi member bengawan” dan Bapak Gunawan sebagai fasilitatornya. (Bapak Gunawan Wibisono sengaja diundang sebagai motivator, dengan harapan member bengawan mendapatkan motivasi untuk maju). Beberapa member bengawan menyampaikan unek-unek, salah satunya si gadis jeruk, curhat tentang apa yang sedang dia rasakan selama di bengawan. Pak blontankpoer juga menyampaikan apa yang akan menjadi rencana kegiatan bengawan selanjutnya, yang tentunya bermanfaat.

pak Gunawan

pak Gunawan

Pada acara betiga kemaren juga datang tamu dari Jogloabang, diriku sempat kenalan dan curhat-curhat dengan salah anggota jogloabang, namanya ibu Yoes. Terima kasih ibu Yoes, atas pengetahuan yang di bagi ke bengawanwati kemarin.
Yang didapat dalam betiga kemaren : makan tengkleng pertama kalinya setelah sekian lama tinggal di Solo, bertemu langsung dengan teman-teman bengawan lainnya yang biasanya hanya ketemu di dunia maya, mapping yang disampaikan pak Gunawan, koala dan anak koala (hots topic buat bengawanwati), pengetahuan tentang kaum hawa yang belum ku ketahui sama sekali, cerita tentang panti asuhan yang di ceritakan oleh riwis, dll….. satu lagi…dapet stiker.

bengawanwati in action

bengawanwati in action

stiker

stiker

Semoga bengawan bisa lebih eksis, lebih berguna bagi nusa bangsa ^_^, dan kesampaian apa yang menjadi keinginan bengawan.

Foto by : Mas Joell & Mdak Elen

kaluarga ku yang kedua

alone

alone

dua tahun sudah ku tinggal di rumah kos yang berasa seperti rumah kontrakan. hidup 10 penghuni kos (tanpa didampingi pemilik kos). pagi, siang, sore, malam selalu bersama mereka, setiap hari. melebihi bertemuku dengan keluarga ku sendiri yang dirumah. biarpun bentuk rumah kosnya ga begitu bagus, yang penting nyaman. tenang tinggal didalamnya.
selama 2 tahun ku hadapi orang” baru maupun orang” lama dikos ini, tapi selama ini ku selalu jadi yang paling muda dikos ini, ku seperti *dimong* ma mbak-mbak kos ku. sudah banyak tingkah-tingkah usil ku yang kulakuin ma mereka. yang ku takut-takutin binatang yang mereka takutin lah,… yang ku gangguin kalau mereka lagi pada serius belajar lah…. yang sering ku gedor-gedor pintu kamar merekalah…. diriku yang ga pernah diam kalau dikos, selalu ada keributan jika ku dikos, (kecuali ku lagi suntuk), manusia kalong dikos.
tapi satu persatu mereka lulus… satu per satu penghuni kos yang ku anggap seperti kaluargaku pergi meninggalkan kos ini. mbak kos yang dapet julukan ibu dikos juga sudah lulus…. sudah tidak ada lagi yang sering ribet bersih” tiap pagi, tidak ada yang sering masak sayur lagi, tidak ada lagi yang sering keluar pagi-pagi wat belanja dipasar. dan juga ga da lagi mbak kos yang heboh dengan diet nya, yang rela ngabisin uang ratusan ribu tuk program dietnya. ga da lagi yang minta dianterin joging tiap sore ke manahan lagi…. diriku bakalan kangen dengan semua itu.
5 tahun sudah ku tinggal di kos. 3 tahun di kos yang lama. dan 2 tahun dikos ini. ku mulai temukan keluarga baru disini tapi kenapa ku dah ditinggalin…. tapi ku tak bisa menahan mereka karena hidup pasti berubah dan kehidupan mereka harus berlanjut, (ini lah susahnya kalau tinggal dikos yang banyak penghuni mahasiswa semester tua semua, cepet ditinggalin deh), mulai tahun ini ku kan hadapi orang-orang baru dikos tercintaku ini, orang-orang baru yang ku belum tahu sapa saja itu dan bagaimana mereka, apakah mereka bisa menerima tingkah laku diriku yang seperti ini. tapi diriku harus bisa, harus bisa hadapai kehidupan bersama orang-orang baru. menyesuaikan lingkungan baru di tempat yang sama.