Penculikan untuk sebuah perjalanan (Kebun teh Kemuning, Candi Cetho, Candi Saraswati, Candi Kethek)

Minggu, 20 November 2013. bertepatan dengan dengan hari Pahlawan, di sekolah tempat saya mengajar mengadakan upacara memperingati hari pahlawan dan pastinya semua guru dan semua murid harus datang mengikuti upacara meskipun kita harus mengorbankan hari liburan kita yang seharusnya dapat dihabiskan dengan bermalas-malasan di rumah atau berkumpul dengan teman-teman, keluarga atau siapa pun yang pasti melupakan kepenatan di hari-hari aktif selain hari minggu.

Continue reading

BeTiga “Buka Bersama Bengawan”

betiga

betiga

hari jumat tanggal 11 September 2009, di TBS ada BETIGA ” Buka Bersama Bengawan“. diriku datang bersama si gadis jeruk yang sudah siap di kos menunggu ku pulang dari kampus. hari itu adalah pertama kalinya diriku masuk ke TBS, dan sempet kebingungan mencari tkp betiga dan akhirnya teknologi pun dimanfaatkan (telpon riwis). segera menuju tempat betiga, rame… tidak seperti kopdar akhir-akhir ini.
karena terlambat, sampai di tkp ku bingung, ni lagi ngapain….setelah menyimak dari rekan-rekan sebelumnya… “keknya lagi perkenalan deh”… dan memang benar, waktu itu lagi perkenalan. suara adhan terdengar, buka puasa pun dimulai. Teh manis panas menjadi menu pertama untuk membatalkan puasa, dan disusul menu-menu makan yang disiapkan oleh si ibu penjual, TENGKLENG…. menu utama. Diriku sudah lama tinggal di Solo tapi baru hari itu ku merasakan tengkleng. ku lihat yang lain makan dengan lahapnya, piring-piring yang penuh dengan tengkleng, habis…tinggal tersisa tulang-tulangnya. buka puasa waktu itu adalah menu makan nasiku pertama setelah 3 hari menu makanku mie instan.

tengkleng "menu utama"

tengkleng "menu utama"

Selesai makan acara pun berlanjut, yaitu dilanjutkan dengan sesi curhat “mengeluarkan unek-unek yang dirasakan selama menjadi member bengawan” dan Bapak Gunawan sebagai fasilitatornya. (Bapak Gunawan Wibisono sengaja diundang sebagai motivator, dengan harapan member bengawan mendapatkan motivasi untuk maju). Beberapa member bengawan menyampaikan unek-unek, salah satunya si gadis jeruk, curhat tentang apa yang sedang dia rasakan selama di bengawan. Pak blontankpoer juga menyampaikan apa yang akan menjadi rencana kegiatan bengawan selanjutnya, yang tentunya bermanfaat.

pak Gunawan

pak Gunawan

Pada acara betiga kemaren juga datang tamu dari Jogloabang, diriku sempat kenalan dan curhat-curhat dengan salah anggota jogloabang, namanya ibu Yoes. Terima kasih ibu Yoes, atas pengetahuan yang di bagi ke bengawanwati kemarin.
Yang didapat dalam betiga kemaren : makan tengkleng pertama kalinya setelah sekian lama tinggal di Solo, bertemu langsung dengan teman-teman bengawan lainnya yang biasanya hanya ketemu di dunia maya, mapping yang disampaikan pak Gunawan, koala dan anak koala (hots topic buat bengawanwati), pengetahuan tentang kaum hawa yang belum ku ketahui sama sekali, cerita tentang panti asuhan yang di ceritakan oleh riwis, dll….. satu lagi…dapet stiker.

bengawanwati in action

bengawanwati in action

stiker

stiker

Semoga bengawan bisa lebih eksis, lebih berguna bagi nusa bangsa ^_^, dan kesampaian apa yang menjadi keinginan bengawan.

Foto by : Mas Joell & Mdak Elen

perjalanan ke Pantai NAMPU

pantai yang awalnya kita tidak tahu sama sekali keberadaannya. jarak dari tempat kita berangkat, lokasi tepatnya….. tapi kita tetap melakukan perjalanan ke pantai nampu. perjalanan ke nampu kita tempuh selama 4-5 jam dari solo (plus berhenti tuk tambal ban tubles), dan bertanya” di setiap tikungan yang kita lewati. perjalanan yang menegangkan pula karena diantara kita (8 orang) tidak ada yang tahu daerah yang kita lewati apalagi pantai nampunya, demi mengobati rasa penasaran kita, perjalanan pun terus berlanjut.

nampu1

nampu1

sampai di nampu, terdengar deburan ombak yang begitu kencang dan angin yang berhembus kencang, membuat kita ingin segera turun dari mobil dan lari menuju ke nampu. pantai yang indah dengan ombak yang lumayan besar dan hamparan pasir putih. saat air surut, terlihat karang” di dasar pantai.

nampu2

nampu2

pantai nampu berada di daerah wonogiri, di desa Dringo, kelurahan Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito. jarak dari Pusat kota Wonogiri sekitar 70 KM dapat ditempuh dalam (kurang lebih) 2 jam. jalan menuju pantai nampu sudah aspal….tapi hati” karena jalannya tidak begitu lebar dan jalan yang berliku-liku.

nampu3

nampu3

pantai nampu tidak begitu dikenal oleh banyak orang, ini dapat dikarenakan akses transportasi umum yang susah, bahkan tidak ada. dan letaknya yang begitu jauh dari pusat kota, bahkan sangat jauh. karena tidak banyak yang tahu pantai ini, saat kita ke nampu tidak ada wisatawan lain selain diriku dan teman-temanku yang datang ke pantai nampu, berasa pantai pribadi, mau teriak-teriak, mau lari-lari, mau guling-guling tidak ada yang tahu. pantai yang sangat sepi tapi indah.

nampu4

nampu4

pantai nampu terlihat belum dikelolla secara maksimal, kita dapat dengan bebas masuk ke pantai tanpa bertemu dengan petugas karcis ataupun perkir, disana juga masih kurang adanya pedagang yang menjajakan makanan ataupun minuman. (untung kemaren kita bawa sendiri).