Tegukan kopi

Perjalananku diawali dengan segelas kopi penuh rasa. Teguk demi teguk rasa itu kunikmati, dan memang seharusnya aku nikmati.

tegukan kopi pertama, awal mulai perjalanan rasa, rasa ingin tahu / penasaran berkecamuk dalam dada. rasa dimana aku ingin lebih dan lebih mengenalnya, mengenal rasa selanjutnya. tegukan pertama ini tak pernah ingin kulewatkan nikmatnya, juga tak pernah terfikirkan olehku rasa apalagi yang akan ku rasakan selanjutnya, entah bahagia, entah sedih, entah tangisan, atapun tawa canda.

tegukan kopi kedua, mulai kurasakan manis, terasa seakan teguk demi teguk selanjutnya akan lebih manis lagi. tegukan kali ini kebahagian yang aku rasakan, tegukan penuh senyuman. Kebahagiaan dalam menikmati kehidupan dan semangat yang begitu membara menemaniku dalam perjalanan. tersenyum, tertawa aku dibuatnya. seakan aku dibisikkan cerita-cerita lucu dalam telingaku dan akupun tertawa riang. semangat yang begitu membara dalam melanjutkan kehidupanku, semangat dalam menjalani perjalananku, semangat mengisi kehidupanku dengan kesuksesan-kesuksesanku selanjutnya. Bagaikan melihat kedua orang tuaku tersenyum lebar depanku, melihat apa yang aku dapatkan dan beliau bangga.

Continue reading

di dalam bus

tulisan ini dibuat dengan berat hati, karena harus meninggalkan sebuah kota dwngan berjuta kenangan, untuk hidup disebuah kota yang sangat baru buatku. tanpa ada satupun orang yang kukenal sebelumnya.
tulisan ini ditulis di dalam bis patas jurusan jogja – purwokerto, disampingku mereka yang dengan muka bahagia akan liburan di tempat kelahiran. dengan posisi duduk bersila di kursi yang paling belakang pojok kanan dan paling tinggi diantara kursi depannya, diawali alunan musik jogja dari katon. suasana perjalanan yang cerah dengan mentari yang malu-malu tertutup awan.

Continue reading

#masku

kakak dan istri

kakak dan istri

Kali ini inginku menuliskan cerita tentang saudara laki-laki ku yang sekarang tinggal di perantauan. Kakakku, laki-laki dengan perawakan tinggi kurus, kulit sawo matang, dan sering memiliki kantong mata. *tiba-tiba teringat tugas pelajaran bahasa Indonesia di masa SD, oleh guru disuruh bercerita tentang seseorang, nah begitulah postingan kali ini akan berisi. Anggap saja coretan anak-anak yang bercerita tentang saudaranya.

Continue reading

wisuda WAH wisuda

photo by : muhdhito.wordpress.com

photo by : muhdhito.wordpress.com

wisuda… sebuah pengukuhan setelah menyelesaikan pendidikan. Dulu, semester awal di kampus…setiap melihat prosesi wisuda perasaan wah….kagum…pengen (pasti) itu selalu muncul, selalu ngebayangin andai aku wisuda. Betapa bahagianya aku saat itu. Selalu nyengar-nyengir sendiri setiap kakak-kakak tingkat yang telah diwisuda. bayangin bahagia dan bangganya bisa pakai toga didampingi kedua orang tua. Setiap ada temen kos yang wisuda, selalu ingin datang ke kampus menjemput si mbak-mbak  yang wisuda, melihat kebahagiaan mereka, akupun ikut senang dan selalu membayangkan berada diposisi mereka.

Continue reading

emak

^_^

^_^

pagi ini ku buka social media..dan isinya semua ucapan untuk ibu. wanita mulia yang telah melahirkan kita. yang pasti aku sayang, cinta, tresno, hormat sama ibu tapi bodohnya aku…, tak pernah bisa mengungkapkan dengan kata-kata kalau sudah di depan ibu.  entah hari ibu…entah hari biasa…. emakku tetep supergirl.

Continue reading

Tilang dan Sidang (ga jadii)

Rabu, tanggal 11 mei 2011 jam 12.20 wib. jadi awal serangkaian urusan dengan kepolisian. rencana ingin ke kantor pos pusat solo malah nglanggar jalur, yang harusnya jalan hanya mengarah ke selatan eh malah sayanya motoran ke arah utara, di jalan daerah Gladag Solo, jalan menuju alun-alun.  sampai di bundaran, tiba-tiba ada pak polisi mendekati ku. dan ditariklah aku menuju pos polisi di sudut jalan itu.

Continue reading

ratu rumahku #curhat

.

.

seorang wanita terhebat yang ada dalam hidup saya tak lain adalah ibu. wanita hebat yang telah melahirkan saya dengan harapan menjadi hebat pula. Ibu,,,, ah siapa sih yg tahu bagaimana perjuangann ibu. bagaimana susah dan senangnya ibu kita sendiri. Dari kita lahir, ibu sudah direpotkan dengan merawat dan membesarkan kita.  mulai beranjak besar, ibu selalu sabar dengan  tingkah laku kita, tangisan kita. tak pernah putus kasih sayang ibu pada kita.

Continue reading